JOMBANG.SabdaNews.com — Dinamika Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mengejutkan publik. Di tengah proses persidangan yang masih berjalan, beredar luas di media sosial gambaran struktur pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031, padahal pleno pemilihan resmi belum dimulai.
Informasi ini bermula dari unggahan akun Facebook Khoirudin Muhammad di grup “Keluarga Besar NU” yang memiliki lebih dari 98.700 anggota. Poster digital tersebut berisi ucapan selamat atas terpilihnya jajaran tertinggi PBNU masa khidmat 2026–2031 dengan komposisi:
Ketua Majelis AHWA: Prof. K.H. Ma’ruf Amin
Rais Aam PBNU: Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj
Ketua Umum PBNU: K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
Berdasarkan mekanisme organisasi, penetapan Rais Aam wajib melalui musyawarah sembilan kiai sepuh dalam sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yang dilanjutkan dengan pengusulan nama calon Ketua Umum oleh PWNU, PCNU dan PCI kemudian hasil tabulasinya diserahkan kepada anggota AHWA untuk dipilih menjadi ketum Terpilih untuk dimintakan persetujuan dari rais Aam Terpilih.
Sontak, peredaran poster tersebut memicu beragam respons dari para muktamirin di arena utama. Sebagian pihak menganggap komposisi tersebut sebagai harapan ideal, sementara mayoritas peserta menilai unggahan tersebut mendahului mekanisme resmi organisasi.
”Unggahan itu kemungkinan bentuk opini atau aspirasi dari pendukung paket pimpinan tertentu. Faktanya, di arena sidang pleno pemilihan Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU belum dimulai,” tegas salah satu muktamirin asal Bojonegoro saat ditemui di lokasi arena Muktamar, Minggu (30/8/2026).
Hingga berita ini diturunkan, suasana di area Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas tetap kondusif. Panitia Pengarah (Steering Committee) mengimbau seluruh peserta untuk tetap tenang dan fokus mengawal tahapan persidangan sesuai tata tertib yang telah disepakati.
Proses penghitungan atau tabulasi nama nama calon anggota AHWA pada pukul 18.30 WIB baru persiapan dan muktamirin juga belum semuanya masuk arena Muktamar. (pun)
pada (pun)
