Oleh : Zainal Abidin
SabdaNews.com-Riwayat sakitnya kalo beberapa taon kemarin saat aku ketemu di dekat kantornya , hampir lebih dari 1 taon dia sakit jantung dan tidak pernah keluar rumah dan inpo terakhir tadi shubuh meninggal dunia divonis is sakit autoimun mungkin Efek mengforsir dan boros urusan beliau om . Cak Sholeh lahir dari keluarga yang sederhana sebuah keluarga pedagang kecil yang hidup di pinggir kota Krian Sidoarjo. Dia anak ke 3 dari 4 bersaudara. Ibunya Jawa dan ayahnya dari Madura.
Cak Sholeh sebelum masuk perguruan tinggi UWK Surabaya juga pernah belajar dilingkungan pondok pesantren tebu ireng Jombang Jawa Timur. Kemudian setelah dianggap usai di pesantren beliau melanjutkan ke perguruan tinggi swasta UWK Surabaya yang merupakan yayasan dibawah naungan Golkar. Saat kuliah semester taon 1993 beliau mulai aktif ngajak diskusi dengan berbagi tema terkhusus situasi ekonomi politik dimasa orde baru. Dari kelompok diskusi kecil”an di internal kampus, kemudian lahir sebuah organisasi bernama solidaritas mahasiswa 28.
Organ tersebut kemudian mulai dikenal di kampus – kemudian untuk menambah pandangan persepsi dan keilmuan, dalam diskusi tersebut harus memiliki jaringan kelompok antar kampus, lebih kurang 2 bulan berjalan mulai ke kampus Unair , ikip Surabaya Krn kesamaan persepsi pandangan terkait tema diskusi saat itu sehingga bisa berkenalan dengan wankawan Unair. Setiap Minggu sekali kita agendakan ketemuan dengan wankawan Unair. Awal dari diskusi antar kampus baru bisa menambah pandangan dan keilmuan. Dengan persamaan tersebut munculah inisiasi bahwa mahasiswa harus memiliki organ yang kuat , dari situlah mengenal SMID.
beliau terpilih jadi salah satu pengurus SMID Surabaya. Aksi awal aliansi SMID dengan petani Gresik beliau jadi orator begitupula aksi” disetiap kampus Surabaya an SMID beliau aktif jadi orator. Saat puncak aksi PPBI serentak 20 perusahaan di Tanjung Sari , simo kalangan Surabaya tahun 1995( kalo tidak salah) beliau aktif memimpin sebagi orator aksi. Saat aksi itulah beberapa aktivis baik buruh mahasiswa petani KMK seniman banyak yang ditangkap dan dipulangkan dan beliau juga ikut ditangkap pihak aparat keamanan kemudian ditahan bersama Dita indah Sari dan corn husen Pontoh. Penahanan dari polres Surabaya kemudian dipindahkan ke Kalisosok Surabaya.
Selama ditahan beliau tidak pernah menyesali krn perjuangan memang harus ada pengorbanan dan konsekwensi logis dalam memperjuangkan hak kaum tertindas. Saat Palu hakim memtuskan vonis (berapa taon vonisnya lupa aku) beliau enjoy dengan senyum lepas tanpa beban. Setelah bebas dari tahanan beliau rehat sejenak beliau melanjutkan kuliah dan pindah ke fakultas hukum ( sebelumnya fisip) dan kemudian bergabung lagi dengan wankawan tahun 1999 terpilih jadi ketua kpw PRD Jawa Timur.
Setelah tidak lolosnya PRD ke parlemen beliau mulai aktif menyelesaikan kuliah di fakultas hukum dan bergelah sarjana hukum kemudian memiliki ide jadi pengacara dari ide tersebut beliau melanjutkan jadi advokat. Karena popularitasnya pada masa sebelumnya para advokat dan para hakim di Surabaya tidak asing mengenal sosok Cak Sholeh. Perkembangan dunia digital it beliau manfaatkan untuk berjuang demi kliennya. beberapa kasus fenomenal di advis sama beliau yang kemudian mengviralkan .
Sehingga muncul jargon No Viral No Justice. Sekarang beliau sudah tidak bisa lagi berjuang, tidak bisa lagi mnegakkan keadilan, tidak bisa lagi berkomunikasi, bertatap muka, bercanda gurau dan hanya bisa melihat ide yang beliau tinggalkan dengan slogan No Viral No Justice. Selamat jalan kawan Sholeh semoga damai ditempatNya. Iku sedikit sinopsis yang aku tau tentang Cak Sholeh ( Redaksi)
