Home OtomatifFuad Bernardi Ingatkan Warga Panjang Jiwo Waspadai Kenakalan Anak dan Bahaya Narkoba

Fuad Bernardi Ingatkan Warga Panjang Jiwo Waspadai Kenakalan Anak dan Bahaya Narkoba

by sabda news

SabdaNews.com  – Anggota DPRD Jawa Timur H. Fuad Bernardi, S.Kom., M.MT. menggelar reses masa persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di lapangan RW 02, Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Panjang Jiwo, Kota Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Ketua RW 02 Panjang Jiwo, Izzul Fikri, mengatakan bahwa kunjungan Fuad Bernardi kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Ia berharap silaturahmi tersebut membawa manfaat dan keberkahan bagi warga.

“Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Mas Fuad ini putra Ibu Tri Rismaharini. InsyaAllah beliau amanah dan siap memperjuangkan aspirasi warga Panjang Jiwo Surabaya,” katanya.

Dalam paparannya, Fuad Bernardi mengaku tidak menyadari bahwa kunjungannya ke Panjang Jiwo sudah berlangsung tiga kali.

“InsyaAllah kalau tidak ada kegiatan lain, kalau diundang warga pasti saya sepatutnya hadir. Termasuk undangan dari warga Panjang Jiwo,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa di DPRD Jatim dirinya duduk di Komisi C yang membidangi keuangan. Meski demikian, sebagai legislator Fuad tetap berkewajiban menampung dan memperjuangkan setiap aspirasi warga.

Lebih jauh politikus asal PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa perkembangan zaman di era teknologi membuat pola tumbuh kembang anak saat ini jauh berbeda dari generasi sebelumnya.

Fuad Bernardi mencontohkan maraknya kasus tawuran dan penyalahgunaan narkoba yang membuat sejumlah anak terancam dikeluarkan dari sekolah. Apalagi pola dan modus penyalahgunaan narkoba saat ini sangat beragam.

Bahkan berdasarkan data Direktur RSJ Menur Surabaya, mayoritas pasien yang ditangani merupakan generasi muda, dengan jumlah pasien yang cenderung meningkat setiap bulan sehingga kebutuhan tenaga psikolog pun ikut bertambah.

“Gangguan kejiwaan (mental health) pada anak-anak di wilayah perkotaan cenderung naik. Di antaranya, penyebabnya karena maraknya bullying oleh teman sekolah maupun lingkungan,” ujar Fuad.

Ia mengingatkan, fenomena ini harus segera ditangani. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berisiko membuat anak mengalami gangguan jiwa (ODGJ) atau bahkan terjerumus pergaulan yang salah hingga berujung pada tindakan kriminal.

“Anak-anak muda adalah generasi penerus bangsa menuju generasi emas Indonesia tahun 2045. Mari kita jaga anak-anak kita,” pintanya Fuad Bernardi.

Fuad juga menyinggung beberapa kasus tawuran pelajar SMP yang sampai menimbulkan korban kehilangan organ tubuh, bahkan nyawa melayang. Ironisnya, saat ditanya alasan mereka tawuran, banyak pelajar mengaku hanya ingin viral atau terkenal, bahkan menyiarkannya secara langsung.

“Tentu fenomena ini sangat miris jika dibiarkan, sehingga menjadi tanggung jawab bersama. Apalagi hasil advokasi menunjukkan kenakalan remaja ini kebanyakan berasal dari keluarga broken home,” tutur politikus asli Surabaya ini.

Ia berharap para orang tua tidak lalai mengawasi anak-anaknya meski sibuk bekerja. Mengingat, tanggung jawab guru terbatas hanya saat anak berada di lingkungan sekolah.

“Setiap hari orang tua harus bisa menyempatkan waktu untuk bicara dengan anak walau sesibuk apapun,” pinta Fuad.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga Panjang Jiwo menyampaikan berbagai aspirasi. Diantaranya: perlu adanya Balai RW yang representatif karena yang ada saat ini berada di bawah sutet.

Kelompok Yasinta juga membutuhkan sound system untuk kegiatan yasinan ibu-ibu. Kemudian Ketua RW 03 Panjang Jiwo, berharap difasilitasi mengundang BNN untuk memberikan sosialisasi kepada warga agar orang tua mengetahui gejala dan ciri-ciri kenakalan anak yang berpotensi membahayakan dan terjerumus penyalahgunaan narkoba.

Warga lainnya juga mengeluhkan lokasi permakaman warga Panjang Jiwo yang cukup jauh sehingga menyulitkan proses pengangkutan jenazah saat ada warga meninggal dunia pada saat jam kerja.

“Kalau bisa dibantu kereta jenazah biar warga tidak kesulitan saat embawa kenazah ke pemakaman,” kata pria paruh baya ini.

Senada seorang bapak juga mengutarakan pemanfaatan lahan milik pengembang yang masih menganggur dibangun secara swadaya oleh warga menjadi posyandu dan lapangan olahraga.

“Kalau bisa dibantu peralatan olahraga. Sebab kami dengar Pemprov Jatim kerap membantu sarana dan prasarana olahraga,” katanya.

Perwakilan Bunda PAUD yang telah mengajar selama delapan tahun berharap tersedia tempat dan sarana bermain khusus bagi anak-anak. Pasalnya, bangunan PAUD yang ada saat ini tidak representatif sehinggga tak terlihat kalau itu bangunan PAUD dan Posyandu.

Menanggapi aspirasi warga, dengan lugas Fuad Bernardi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan ketua RW terkait adanya lahan milik Pemkot di pinggir jalan yang bisa diminta untuk Balai RW di Panjang Jiwo.

“Saya juga sudah konsultasi ordinasi dengan Pak Wali Kota Surabaya untuk pemanfaatan lahan tersebut. Namun untuk pengosongan lahan masih mengunggu koordinasi lagi. Kalau sudah kosong mungkin bisa saya bantu untuk pembangunannya nanti,” jelasnya.

Ia juga berkomitmen membantu pengadaan sound system, mengupayakan kereta jenazah, serta peralatan olahraga bagi warga.

“Balai RW yang diusulkan juga diharapkan nantinya dapat difungsikan untuk PAUD maupun Posyandu,” harap Fuad Bernardi.

Sementara terkait penyuluhan narkoba, Fuad Brnardi menyatakan akan memfasilitasi kerja sama dengan BNN Kota maupun BNN Provinsi Jawa Timur.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba agar orang tua mengenali bentuk dan pola peredaran narkoba yang beragam. Bahkan vape (rokok electrik) juga menjadi sarana penyalahgunaan narkoba.

“Kami juga meminta aparat penegak hukum dan pemerintah pusat lebih ketat mengawasi produk-produk yang masuk ke Indonesia, termasuk zat-zat yang belum dimasukkan ke golongan narkotika, agar ke depan ada penindakan hukum yang lebih tegas,” pungkasnya. (pun)

You may also like

Leave a Comment