MAKASSAR.SabdaNews.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mendorong Gerakan Minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Serentak bagi ibu hamil menjadi pemantik penguatan upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di seluruh Indonesia.
Menurutnya, gerakan tersebut harus mampu memastikan setiap ibu hamil, termasuk yang berada di wilayah terpencil, memperoleh akses terhadap asupan gizi dan mikronutrien yang memadai demi melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Arumi usai menghadiri pembukaan Pameran UMKM PKK, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Pencanangan Rekor MURI Gerakan Minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Serentak bagi ibu hamil dari 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”
Rangkaian kegiatan menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, dan berbagai mitra dalam mempercepat peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain menghadirkan pameran produk unggulan UMKM binaan TP PKK dari berbagai daerah, masyarakat juga mendapatkan berbagai layanan kesehatan gratis, seperti vaksinasi HPV, donor darah dan pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan kesehatan telinga, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan kesehatan umum, hingga layanan laboratorium sederhana.
Sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting sejak masa kehamilan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pencanangan Rekor MURI Gerakan Minum Tablet MMS Serentak yang diikuti sekitar 54 ribu ibu hamil dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan mikronutrien selama kehamilan sebagai fondasi utama lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Arumi bersama Ketua TP PKK provinsi se-Indonesia juga menerima arahan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian mengenai pentingnya memperkuat sinergi antara TP PKK dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional. Penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan UMKM juga menjadi salah satu fokus yang didorong untuk terus dikembangkan di seluruh daerah.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Arumi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Cek Kesehatan Gratis maupun Gerakan Minum Tablet MMS Serentak.Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memecahkan Rekor MURI, tetapi yang lebih penting adalah membangun gerakan nyata untuk memastikan seluruh ibu hamil memperoleh pendampingan kesehatan dan pemenuhan gizi secara optimal.
“Harapannya angka kematian ibu dan bayi terus menurun. Dengan adanya pencatatan Rekor MURI ini berarti seluruh TP PKK di berbagai jenjang terdorong untuk mencari dan menjangkau ibu hamil yang benar-benar tepat sasaran. Mudah-mudahan ini menjadi pemantik agar ibu hamil hingga pelosok daerah mendapatkan gizi dan vitamin yang dibutuhkan,” ujar Arumi.
Lebih lanjut, Ketua TP PKK Arumi menilai penyelenggaraan HKG PKK Nasional juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar Ketua TP PKK se-Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah masing-masing. Melalui pertemuan tersebut, setiap daerah dapat saling bertukar praktik baik dan solusi, mulai dari aspek kesehatan, kondisi sosial budaya, hingga strategi pemberdayaan masyarakat.
“Dengan berkumpulnya Ketua TP PKK seluruh Indonesia di Sulawesi Selatan, wawasan kami semakin terbuka. Mulai dari makanan, kultur, budaya, hingga tantangan yang dihadapi masing-masing daerah. Kami bisa saling berbagi pengalaman dan solusi yang nantinya dapat diterapkan sesuai kebutuhan di daerah masing-masing.” tuturnya.
Di Jawa Timur sendiri, Arumi menjelaskan bahwa pendampingan terhadap ibu hamil telah dilakukan secara berkelanjutan melalui kader PKK dan kader Posyandu, khususnya bagi ibu hamil dengan risiko tinggi. Pendampingan tersebut meliputi pemantauan kondisi kesehatan, pemenuhan gizi dan vitamin, serta pendampingan pemeriksaan kehamilan secara rutin bagi ibu hamil dengan berbagai faktor risiko, seperti preeklamsia, hipertensi, diabetes, maupun kehamilan pada usia terlalu muda atau terlalu tua.
“Alhamdulillah, melalui pendampingan ibu hamil di Jawa Timur, keselamatan ibu saat melahirkan maupun bayi yang dilahirkan terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Jawa Timur.” pungkasnya.(pun)
