Home KESRAFarewell Ceremony for 6th Grade Students SD Almadany

Farewell Ceremony for 6th Grade Students SD Almadany

by sabda news

SabdaNews.com- Sepekan setelah acara pelepasan siswa kelas VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik Jawa Timur (9/6/2026), Paguyuban wali murid kelas VI kembali mengadakan kegiatan untuk memberikan kesempatan kepada putra putrinya bertemu dengan kawan-kawannya.  Bertempat di Icon Mall Gresik Rabu (17/6/2026), paguyuban VI Al-Hayruni (akronim dari 6 Ibnu Al-Haytham dan 6 Abu Rayhan Al-Biruni) mengadakan Farewell Ceremony for 6th Grade Students SD Almadany.

Ayah bunda paguyuban telah merancang kegiatan farewell ini sedemikian rupa, mereka ingin memberikan kesan mendalam bagi putra putrinya sebelum berpisah dan melanjutkan ke sekolah lanjutan berikutnya.  Acara yang dikemas dalam Mabar dan Nobar itu itu dihadiri 52 sisea kelas VI, 25: wali murid dan 2 guru kelas VI. Guru kelas yang hadir adalah Guru kelas VI Ibnu Al-Haytham Mahfudz Efendi, S.Pd., Gr., M.M. dan Guru kelas VI Abu Rayhan Al-Biruni Nur Sini, S. Pd., M.Pd.

Diawali Mabar (Makan Bareng) di Richeese Factory . Paguyuban menyiapkan makan siang di restoran cepat saji lokal ini.  Acara kemudian dilanjutkan Nobar di CGV Cinemas. Film yang dipilih paguyuban kelas VI adalah Children Of Heaven. Film teranyar Hanung Bramantyo di tahun 2026 berdurasi 97 menit ini menceritakan dua kakak-beradik, Ali dan Zahra, yang harus berbagi satu pasang sepatu demi tetap bisa bersekolah. Di balik keterbatasan, tersimpan cinta, pengorbanan, dan harapan yang begitu besar.

Sinopsis Film Children Of Heaven

Film yang telah tayang di bioskop Indonesia sejak 27 Mei 2026 itu adalah adaptasi dari film asal Iran, Children of Heaven (1997) karya Majid Majidi.    Cerita ini berpusat pada kehidupan Ali dan Zahra. Ali (Jared Ali) merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Ia memiliki adik bernama Zahra (Humaira Jahra) dan Ahmad. Sebagai anak sulung dari keluarga miskin yang tinggal di pinggir kali di Kota Semarang pada 1988, Ali mesti membagi waktunya antara sekolah dan belajar, dengan membantu keluarganya.

Suatu kali, Ali harus memperbaiki sepatu adiknya, Zahra, yang rusak ke tukang sepatu di sebuah pasar. Setelah membayar tukang sepatu itu semampunya, Ali kemudian ke tukang sayur untuk membeli kentang titipan ibunya.  Namun sepatu satu-satunya Zahra hilang saat Ali sibuk memilih-milih kentang yang jelek demi harga murah. Ia bahkan diusir oleh pemilik toko gegara bikin berantakan saat mencari sepatu adiknya itu.

Kebingungan dan merasa bersalah, Ali kemudian mengatakan hal tersebut kepada Zahra yang sedang di rumah membantu ibu yang sedang sakit selama lima hari terakhir untuk menjaga si bungsu yang tertidur. Zahra sedih bukan kepalang tahu sepatunya hilang.

Zahra semula ingin mengadukan tingkah abangnya itu ke ayah mereka yang bekerja serabutan. Namun Ali buru-buru mencegah dengan alasan ayah mereka tidak memiliki uang untuk membeli sepatu baru, ditambah utang keluarga mereka yang terus menumpuk.  Sebagai gantinya, Ali menawarkan Zahra menggunakan sepatunya untuk ke sekolahnya dan kemudian bergantian saat siang hari ketika Ali bersiap menuju sekolahnya.

Namun ternyata ide itu bikin keduanya kerepotan.   Zahra bukan hanya harus buru-buru pulang dengan berlari dengan sepatu Ali yang butut, Ali pun seringkali telat gegara harus menunggu Zahra datang demi bisa tukeran sepatu. Bahkan gegara hal itu, Ali hampir dihukum di sekolahnya.  Hingga suatu kali, Ali menemukan cara agar bisa mengganti sepatu Zahra tanpa harus membuat ayahnya yang sudah mumet dengan kondisi ekonomi untuk mengeluarkan uang, meski harus mengorbankan dirinya sendiri.

Kesan setelah kegiatan farewell usai

Di balik kegiatan farewell berjalan lancar diselimuti rasa haru dan canda tawa merayakan perpisahan yang penuh arti.  Ketua Paguyuban Kelas VI Ibnu Al-Haytham Nur Hayati mengungkapkan alasan ini. ” Kegiatan hari ini kami ingin mengajar anak-anak mengenang proses selama 6 tahun, sebagai bekal ke jenjang selanjutnya.”ujar mama Dayana Batrisya Sudjatmiko.   Surya Gilang menyatakan kesannya kegiatan ini, “sangat berkesan, studio bioskop seakan bergetar saat semua teriak ikut mendukung Ali juara lomba lari maraton” Ujarnya

Salah satu hal terindah tentang sekolah adalah bertemu dengan sahabat sejati. Namun, dimana ada pertemuan di situ juga ada perpisahan. Pergi adalah bagian dari hidup, tapi kenangan akan abadi.  (Kontributor Mahfudz Efendi/Red)

You may also like

Leave a Comment