Home BeritaBULOG Diduga Tak Sediakan Dana Transportasi, Warga Resah Dibebani Biaya Tambahan

BULOG Diduga Tak Sediakan Dana Transportasi, Warga Resah Dibebani Biaya Tambahan

by sabda news

SUMENEP, SabdaNews.com— Dugaan persoalan dalam penyaluran bantuan beras kembali mencuat. Kali ini, publik menyoroti mekanisme distribusi oleh Perum BULOG yang dinilai tidak mengakomodasi biaya transportasi hingga ke tingkat desa.  Kasus tersebut terjadi di Desa Buddi, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Akibat tidak adanya kejelasan biaya distribusi, kepala desa setempat mengambil kebijakan dengan meminta tambahan biaya kepada para penerima manfaat.

Kepala Desa Buddi, Sunanto, membenarkan adanya pungutan tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga diminta iuran sebesar Rp25 ribu per penerima untuk menutup biaya transportasi pengiriman beras.  “Memang ada permintaan tambahan itu, untuk biaya angkut. Namun kami juga mendapat informasi bahwa pihak BULOG akan mengganti biaya tersebut melalui camat Arjasa,” ujar Sunanto.

Meski demikian, kebijakan tersebut memicu polemik. Pasalnya, beban biaya yang seharusnya ditanggung dalam sistem distribusi justru dialihkan kepada masyarakat penerima bantuan.  Ketua Komunitas Wilayah Kepulauan (KWK), H. Safiudin, mengecam keras kondisi tersebut. Ia menilai, praktik semacam ini berpotensi membuka celah penyimpangan bahkan mengarah pada dugaan korupsi dalam tata kelola distribusi bantuan. “Kami melihat ada ketidakjelasan mekanisme yang berujung pada beban masyarakat. Ini tidak bisa dibiarkan karena berpotensi terjadi penyalahgunaan di tubuh BULOG,” tegasnya.

Safiudin juga menyatakan pihaknya akan segera meminta klarifikasi resmi dari BULOG terkait mekanisme penyaluran, khususnya terkait pembiayaan transportasi distribusi bantuan hingga ke penerima akhir.  Ia mengingatkan, bantuan pangan merupakan program strategis yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya mutlak diperlukan agar tidak merugikan rakyat kecil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BULOG terkait dugaan tersebut. Namun, kasus ini dikhawatirkan tidak hanya terjadi di satu desa, melainkan berpotensi meluas ke wilayah lain di Kabupaten Sumenep. (Tim/Red)

You may also like

Leave a Comment