SabdaNews.com – Alarm kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia kembali menguat. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah kasus TBC telah menembus angka 1,09 juta kasus secara nasional.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, sekitar 867 ribu kasus telah berhasil diobati dan ditangani oleh pemerintah bersama tenaga medis. Namun demikian, masih terdapat sekitar 300 ribu kasus yang belum teridentifikasi atau tersembunyi di tengah tengah masyarakat.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni. Dia menilai lonjakan kasus TBC disertai tingginya angka kasus yang tidak terdeteksi merupakan situasi darurat kesehatan yang tidak bisa dianggap biasa.
“Peningkatan kasus Tuberkulosis yang telah menembus lebih dari satu juta kasus, dengan ratusan ribu di antaranya belum terdeteksi adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani secara serius,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurut politikus Partai Demokrat, Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua nasional memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular tersebut. Karena itu, diperlukan langkah yang lebih agresif, terstruktur, dan terintegrasi, khususnya dalam menemukan kasus-kasus yanv masih tersembunyi.
DPRD Jatim pun mendorong Pemerintah Provinsi untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga keterlibatan aktif masyarakat. Upaya screening massal dinilai perlu diperluas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Edukasi kepada masyarakat juga harus digencarkan, terutama terkait pencegahan dan pentingnya pengobatan hingga tuntas,” ujar Sri Wahyuni.
Lebih lanjut, politisi yang juga berlatarbelakang seorang perawat ini menekankan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dari sisi medis. Perbaikan kualitas lingkungan, penyediaan hunian layak, serta penguatan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan secara menyeluruh.
DPRD Jatim, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung penguatan anggaran, regulasi, serta pengawasan terhadap program penanggulangan penyakit TBC agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan dini demi memutus rantai penularan TBC,” pungkasnya. (pun)
