Home NewsDPP Pena Da’i Nusantara Dorong Dakwah Literasi Lewat Sosialisasi ELIPSKI dan Launching E-Book Suara Langit di Bumi Nusantara

DPP Pena Da’i Nusantara Dorong Dakwah Literasi Lewat Sosialisasi ELIPSKI dan Launching E-Book Suara Langit di Bumi Nusantara

by sabda news

SabdaNews.com— Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pena Da’i Nusantara menggelar Dialog Paralel Penyuluh Agama Nusantara (DPAN) Batch 17 secara daring melalui Zoom, Selasa malam, 6 Januari 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi ELIPSKI Kepustakaan Islam Kementerian Agama RI serta peluncuran e-book Suara Langit di Bumi Nusantara.  Kegiatan tersebut dipandu oleh Wahyu Qadri, S.H.I., Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Langsa, Provinsi Aceh, yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator dialog. ( Selasa, 6/1/ 2026)

Dalam pengantar kegiatan, Ketua DPP Pena Da’i Nusantara, Mukhlis Sanjaya menyampaikan bahwa komunitas Pena Da’i Nusantara saat ini beranggotakan 491 orang, mayoritas berlatar belakang pendidikan magister dan doktoral. Menurut Mukhlis, kondisi ini menunjukkan bahwa gerakan dakwah Pena Da’i tidak hanya bertumpu pada pengalaman lapangan, tetapi juga diperkuat oleh riset dan tradisi akademik.

Mukhlis menambahkan, peluncuran buku pertama Pena Da’i Nusantara melibatkan 37 penulis dan mendapat dukungan dari 18 provinsi. Ia menilai dakwah tidak cukup dilakukan melalui mimbar dan majelis, tetapi juga perlu dikembangkan melalui kepenulisan dan literasi keagamaan. “Gerakan ini membutuhkan sinergi berkelanjutan, termasuk dukungan para pemangku kepentingan,” kata dia.

Keynote speaker kegiatan ini, Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Dr. H. Jamaluddin M. Marki, mengapresiasi konsistensi DPP Pena Da’i Nusantara dalam menyelenggarakan DPAN yang kini memasuki batch ke-17. Ia menyebut forum tersebut sebagai ruang strategis penguatan kapasitas penyuluh agama.  Dalam kesempatan yang sama, Jamaluddin menyampaikan dua informasi penting. Pertama, pergantian Direktur Penerangan Agama Islam yang kini dijabat oleh Dr. Muchlis Hanafi. Kedua, peluang kenaikan jenjang jabatan bagi penyuluh agama PNS yang secara nasional mencapai 51.479 orang.

Sementara itu, H. Insan Khoirul Qolbi, Ketua Subtim Pengendalian Mutu Buku Agama dan Keagamaan Islam Kemenag RI, mengatakan literasi merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang berdaya saing. Menurut dia, menuju Indonesia Emas 2045, literasi menjadi bekal utama generasi muda menghadapi tantangan global.  “Bangsa tidak akan maju tanpa kecintaan terhadap ilmu dan pengetahuan,” ujar Insan. Ia menambahkan, literasi Islam tidak cukup hanya membahas teks keagamaan, tetapi juga perlu menyentuh isu pembangunan, ilmu pengetahuan, dan problem kehidupan kontemporer.

Insan menjelaskan, ELIPSKI—singkatan dari Elektronik Literasi Perpustakaan Islam—merupakan platform perpustakaan digital Kementerian Agama RI yang berfungsi menyediakan, mengelola, dan menjamin mutu literatur keagamaan Islam. Platform ini mencakup penyediaan buku digital, naskah khotbah, layanan telaah buku, serta pendampingan penulisan bagi penyuluh dan penulis keagamaan.  Ia juga memaparkan tugas Kementerian Agama di bidang literasi keagamaan Islam, antara lain penyediaan buku keagamaan cetak dan digital, pembinaan perpustakaan masjid dan musala, penjaminan mutu buku, serta pengembangan perpustakaan digital ELIPSKI.

Berdasarkan data Kementerian Agama, repositori digital ELIPSKI saat ini memuat 3.883 judul buku dengan jumlah pengguna mencapai 1.977.942. Total tampilan tercatat 310.412 kali. Selain itu, naskah khotbah Jumat yang dipublikasikan secara berkala telah mencapai 390 naskah per 17 September 2025, dengan 379.683 tampilan dan 39.445 unduhan per Agustus 2025.

Selain penyediaan bahan bacaan, ELIPSKI juga menyediakan layanan telaah buku dan pendampingan penulisan. Pendampingan tersebut ditujukan agar karya yang dihasilkan memenuhi standar mutu, moderat, dan layak dibaca masyarakat luas.  Melalui forum ini, DPP Pena Da’i Nusantara menegaskan arah dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian lisan, tetapi juga pada penguatan literasi keagamaan berbasis pengetahuan dan dokumentasi. (Mas Dion/Red)

You may also like

Leave a Comment