SabdaNews.com – Sejumlah kader ideologis 98 Partai Golkar Jatim mengaku resah lantaran kondisi Partai Golkar jelang pemilu 2024 tidak baik baik saja. Ironisnya, pengurus partai berlambang pohon beringin yang ada di DPP justru terlena, sehingga perlu diingatkan agar partai yang mereka cintai tidak terpuruk di pemilu mendatang.
Kordinator kader ideologis 98 Partai Golkar Jatim, Yusuf Husni mengatakan bahwa solusi terbaik untuk menyelamatkan Partai Golkar saat ini adalah secepatnya menggelar Munaslub untuk merubah atau membatalkan keputusan Munas 2019 yang mengamanatkan Airlangga Hartarto selaku Ketum Partai Golkar menjadi Capres Partai Golkar di Pilpres 2024.
“Hingga tinggal 6 bulan pelaksanaan pemilu 2024, Airlangga Hartarto tak kunjung deklarasi sebagai Capres. Kami yakin keputusan Munas 2019 tak bisa dilaksanakan sehingga mumpung masih ada waktu segera gelar Munaslub untuk merubah keputusan Munas 2019,” ujar Yusuf Husni di Surabaya, mInggu (23/7/2023).
Pertimbangan lainnya, kata Cak Ucup sapaan akrabnya, dua parpol (PAN dan PPP) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Golkar sudah jelas akan pecah kongsi dan akan mendukung capres lain.
“Artinya, tanpa PAN dan PPP, Partai Golkar tidak bisa mengusung capres sendiri karena hanya memiliki 13 persen suara atau 85 kursi DPR. Jadi Airlangga Hartarto kemungkinan besar gagal maju di Pilpres mendatang,” dalihnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemilik saham terbesar Partai Golkar adalah rakyat yang memilih Partai Golkar. Sedangkan para pengurus Partai Golkar yang saat ini menjabat hanyalah memiliki STNK untuk menjalankan kendaraan Partai Golkar.
“Kalau kendaraan politik ini dijalankan dengan ugal-ugalan tanpa mematuhi AD/ART, tentu pemilih Partai Golkar akan lari ke partai lain sehingga Partai Golkar bisa hancur di pemilu 2024,” beber Yusuf Husni.
“Mumpung masih ada waktu, kami dari teman teman kader ideologis 98 Partai Golkar Jatim tidak rela hal itu terjadi. Apalagi untuk recovery supaya Partai Golkar kuat dan besar itu bisa butuh waktu 3 tahun,” imbuhnya.
Berkaca pada trek record dan pengalaman, lanjut Yusuf Husni sosok kader Partai Golkar yang mampu memperbaiki Partai Golkar dalam waktu singkat adalah Opung Luhut BInsar Pandjaitan (LBP). Sebab beliau adalah specialis memperbaiki barang yang rusak dalam waktu singkat.
“Makanya kami hari ini deklarasi mendukung dan memohon Opung Luhut Binsar Pandjaitan mau menyelamatkan Partai Golkar dengan menjadi Ketum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto melalui Munaslub,” harap pria yang juga ketua PPK Kosgoro 1957 ini.
Dukungan kader ideologis 98 Partai Golkar Jatim ini, kata Cak Ucup sedianya akan disampaikan langsung ke Jakarta. Namun karena ada anggota Dewan Pakar Partai Golkar yakni Bang Ridwan Hisjam lagi di Jatim sehingga kami sampaikan langsung melalui Ridwan Hisjam..
“Melalui Dewan Pakar Partai Golkar, kami berharap pernyataan sikap kader ideologis 98 partai Golkar Jatim ini diteruskan ke DPP maupun kepada Opung LBP,” jelas Cak Ucup,” pinta Yusuf Husni.

Sementara itu Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam mengaku sangat menghargai pernyataan sikap kader ideologis 98 Partai Golkar Jatim karena mereka adalah pejuang Partai Golkar sehingga bisa menang pemilu 2004 silam. Padahal di tahun 1998 hingga 2001 banyak kantor Partai Golkar di kabupaten/kota di Jatim termasuk kantor DPD PG Jatim yang ikut dibakar massa.
“Mereka inilah para pejuang Partai Golkar dan kader ideologis 98 Partai Golkar Jatim yang saat ini bekerja tanpa berharap manfaat dari Partai Golkar, sehingga ingin menyelamatkan Partai Golkar yang realitasnya tidak dalam kondisi baik baik saja jelang pemilu 2024,” katanya.
Sedangkan soal pilihan mereka mendukung LBP untuk menyelamatkan Partai Golkar, kata Ridwan para kader ideologis 98 Partai Golkar Jatim itu tahu betul kapasitas LPB. Bahkan mereka pernah mendapatkan pengarahan langsung dari Kolonel Luhut Binsar Pandjaitan saat masih menjadi Danrem Madiun yang mewakili Pangdam V Brawijaya.
“Pak Luhut itu di Jatim dikenal sebagai pejuang terotorial Partai Golkar. Sebab di saat daerah lain di Indonesia kemenangan Partai Golkar rata-rata 60 persen justru di wilayah terotorial Danrem Madiun kemenangannya mencapai 90 persen. Itu adalah berkat Pak LBP,” ungkap anggota Komisi III DPR ini.
Ia juga memahami sikap kader Partai Golkar yang ada di struktural yang hanya diam terkait polemik Munaslub termasuk di Jatim karena itu bagian dari bentuk loyalitas terhadap DPP Partai Golkar.
Namun pada dasarnya, kata mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim mereka justru ahli melompat begitu sudah ada kesempatan. “Saya khan tahu ciri khas kader Partai Golkar. Jadi gak mungkin mereka berani menyatakan sikap. Tapi ketika Munaslub jadi digelar pasti mereka akan meloncat duluan,” kelakar politikus humoris ini. (pun)
