Home KESRAPesan Moral dari Kisah-Kisah dalam Alquran

Pesan Moral dari Kisah-Kisah dalam Alquran

by sabda news

SabdaNews.com- Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik H. Yusuf Diachmad Sabri, S.T., M.B.A., menyampaikan pesan moral dari kisah-kisah dalam Alquran bagi guru dan karyawan SD Almadany.   Pesan itu disampaikannya saat mengisi Pengajian Guru dan Karyawan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik, Sabtu (31/10/2026).  Pria kelahiran 19 November 1971 ini mengawali kajian ini dengan menyampaikan murid adalah emas yang potensi harus dimunculkan seorang guru, “ Bagaikan bongkahan emas, seorang murid memiliki potensi dan bakat yang harus dimunculkan seorang guru” Ujar Ayah tiga anak ini

Lulusan S1 Teknik Mesin ITS tahun 1993 ini menyampaikan pesan moral pertama dari kisah baju gamis Nabi Yusuf As. “ Baju gamis yang darah digunakan sebagai alat bukti kebohongan saudara-saudaranya Nabi Yusuf menutupi untuk membuktikan bahwa Yusuf telah meninggal karena diterkam serigala” Katanya.  Dal Quran Surah Yusuf 12 disampaikan – Mereka datang membawa bajunya (yang dilumuri) darah palsu. Dia (Ya‘qub) berkata, “Justru hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan (yang buruk) itu, maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Allah sajalah Zat yang dimohonkan pertolongan terhadap apa yang kamu ceritakan.” (Yusuf 12)

Disampaikan Sabri pesan moralnya adalah terkadang kita tahu bahwa ada suatu kebohongan tapi ketika tidak punya alat untuk memvalidasi yang bisa dilakukan adalah bersabar. Upaya yang biasa dilakukan dalam organisasi ada bertanya ketika tidak tahu bukan diramesi – ditambahkan bumbu. Pesan moral kedua dari gamis Nabi Yusuf As sambung Lulusan S2 Managemen Bisnis UGM tahun 2013 ini adalah baju gamis Nabi Yusuf As. digunakan untuk Pembuktian bahwa Nabi Yusuf adalah orang yang benar dan tidak terlibat dalam perbuatan jahat terhadap Zulaikha istri dari pejabat tinggi atau menteri Mesir bernama Qithfir. Sebagaimana disampaikan dala Qran Surah Yusuf 28 “Maka, ketika melihat bajunya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia (suami perempuan itu) berkata, “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu (hai kaum wanita). Tipu dayamu benar-benar hebat.

Dan Ketua Tapak Suci Putra Muhammadiyah 2004 -2015 menyampaikan pesan moral ketiga dari kisah baju gamis Nabi Yusuf As. Bahwa baju gamis digunakan untuk penyembuhan. Hal ini disampaikan dalam uran Surah Yusuf 96- Bukankah telah aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui?”. Pesan moralnya,”Jangan cepat menyerah karena mungkin kita masih dalam kisah fase 1 & 2 ketika dihadapkan1 dan kisah 2 dengan kebohongan dan fitnah, bisa jadi jika kita terus berupaya akan sampai pada tahap 3 yang mampu menjadi penyembuh dan kemuliaan” Ujar pria yang pernah menjadi Bendahara IPM Kabupaten Gresik ini.

Kisah Jalut dan Thalut
Kisah moral disampaikan Sabri dari Quran Surah Al-Baqarah ayat 246–252, Allah mengisahkan Bani Israil yang meminta pemimpin untuk berjihad, namun banyak yang mundur ketika ujian benar-benar datang. Dari penunjukan Thalut, kembalinya tabut yang membawa sakinah, hingga ujian sungai, Allah menampakkan siapa yang tulus dan siapa yang rapuh. Kisah ini berpuncak pada kemenangan atas Jalut dan munculnya Nabi Daud ‘alaihis salam, sebagai pelajaran bahwa kemenangan diraih dengan iman, kesabaran, dan pertolongan Allah.

Diantara pesan moral itu adalah (1) Seorang pemimpin harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya cerdas atau menguasai masalah dan mampu melaksanakan tugas tidak harus menjadi pribadi yang disukai banyak orang. Untuk membuktikan kelayakannya maka harus dilakukan uji kompetensi, (2) Menuruti hawa nafsu hanya akan melemahkan mental seseorang termasuk didalamnya adalah zona nyaman yang sering menjebak kita untuk menerima tantangan, ketika kita merasasemua telah terpenuhi orang akan malas improvement, padahal ini adalah kunci untuk bias bertahan, (3) Dalam menghadapi situasi yang berat dan sulit : Pertama, berani menghadapi dengan penuh kesabaran, tdk ada gagal kecuali kita berhenti berusahan. Kedua, mempersiapkan apa saja yang memungkinkan untuk memantapkan langkah, optimalisasi potensi. Ketiga, berdoa untuk menguatkan mental, karena doa adalah senjata terbesar org beriman yang mampu mengubah takdir, (4) Allah memberikan jalan dari sesuatu yang tidak pernah kita duga. ( Kontributor Mahfudz Efendi/Red)

You may also like

Leave a Comment