GRESIK, SabdaNews.com – Kemeriahan dan nuansa khidmat menyelimuti Dusun Kembangan Pojok, Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Warga setempat kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi pada, Jumat (9/10/2026) sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen serta berkah bumi. Acara yang mengusung tema “Bersatu dalam Doa, Bersinergi untuk Kebaikan, Mewujudkan Dusun Kembangan Pojok yang Maju, Makmur, dan Berkah” ini makin istimewa berkat kepemimpinan dan kehadiran langsung Kepala Desa Turirejo, Surianto, S.Sos., M.M.
Kehadiran sosok pemimpin desa yang dekat dengan rakyatnya tersebut menjadi magnet tersendiri sekaligus bentuk dukungan penuh Pemerintah Desa Turirejo terhadap pelestarian adat dan budaya lokal. Rangkaian prosesi sakral dimulai usai sholat Jumat melalui tasyakuran dan istigotsah di kediaman Sekretaris Desa (Sekdes) Sugeng. Suasana haru dan khidmat terasa saat ratusan warga berkumpul mengelilingi tumpeng raksasa serta gunungan hasil bumi yang megah sebagai simbol kemakmuran wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa (Kades) Turirejo, Surianto, S.Sos menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, dan elemen warga yang telah bergotong royong menyukseskan gelaran acara. Atas nama Pemerintah Desa Turirejo, beliau mengaku sangat bangga melihat semangat kekompakan dan nilai guyub rukun yang ditunjukkan masyarakat Dusun Kembangan pojok. “Ini merupakan salah satu langkah nyata kita dalam nguri-uri atau melestarikan tradisi budaya leluhur. Sedekah bumi bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas segala nikmat, kesehatan, dan kelimpahan rezeki bagi warga Dusun Kembangan,” ujar Kades Surianto.
Lebih lanjut, Kades Surianto berharap momen kebersamaan ini menjadi pendorong utama untuk mempererat tali silaturahmi serta membawa keberkahan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di Desa Turirejo. “Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini, warga senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran. Mari kita terus bersatu mewujudkan desa yang indah, adem ayem, tentrem, damai, dan sejahtera,” tambah sang Kades penuh harapan.
Puncak kemeriahan pesta rakyat ini berlanjut hingga malam hari. Antusiasme warga makin membuncah saat disuguhkan pertunjukan seni tradisional Jawa Timuran, Ludruk Budhi Wijaya asal Kabupaten Jombang, yang dipadukan secara ciamik dengan musik campursari. Pementasan tersebut sukses menutup seluruh rangkaian acara dengan hangat dan penuh kebersamaan. Selain Kades Surianto, gelaran budaya ini turut dihadiri oleh Kepala Dusun Kembangan Jojon Prastio, Ketua panitia sedekah bumi, Sholikan berserta anggota panitia lainnya, Ketua BPD, jajaran RT/RW, Karang Taruna, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. (lim/Red)
