JOMBANG,SabdaNews.com – Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Presnas IKAPETE) angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas terkait adanya upaya framing negatif dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Isu miring tersebut sengaja diembuskan untuk menyudutkan organisasi pasca-terselenggaranya acara Halaqoh Kebangsaan tentang Qonun Asasi NU di Ruang Nusantara, Gedung DPR/MPR RI baru-baru ini.
Ketua Umum Presnas IKAPETE, Prof. Dr. KH. Masykuri Bakri, M.Si., menegaskan bahwa IKAPETE adalah organisasi yang bermartabat. Dalam setiap geraknya, organisasi ini selalu menjadikan semangat dan pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari sebagai spirit utama yang berlandaskan pada politik kebangsaan, pendampingan, serta pemberdayaan umat.
Terkait pelaksanaan Halaqoh Kebangsaan di Senayan, Prof. Masykuri menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan sebuah kehormatan besar dari MPR RI. Acara itu murni bertujuan memberikan ruang sosialisasi bagi Qonun Asasi NU sebagai dasar pijakan ideil dan perundangan dalam upaya mengembalikan NU pada rel perjuangan yang semestinya. Namun, Prof. Masykuri menyayangkan adanya oknum yang mempolitisasi niat suci tersebut. Acara ilmiah dan kebangsaan itu sengaja digiring opini public (diframing) seolah-olah berkaitan dengan aksi dukung-mendukung dalam kontestasi internal organisasi NU.
“Kami menegaskan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar. Harus dipisahkan secara tegas dan jelas antara ranah IKAPETE dengan dinamika internal NU. Presnas IKAPETE mengutuk keras framing yang dibangun oleh kelompok tertentu yang mencoba menyeret nama alumni Tebuireng ke dalam pusaran dukung-mendorong kontestasi di NU,” ujar Prof. Masykuri dalam keterangan resminya.
Mengakhiri pernyataannya, Ketua Umum Presnas IKAPETE ini mengimbau kepada seluruh alumni Pesantren Tebuireng yang jumlahnya mencapai jutaan dan telah tersebar di seluruh pelosok Indonesia untuk tidak terpengaruh oleh provokasi tersebut. “Kami berharap seluruh alumni tetap tenang, menahan diri, dan bersama-sama menjaga keteduhan serta marwah pesantren di tengah masyarakat,” pungkasnya. ( luck/Hoo/Rred)
