GRESIK, SabdaNews.com- Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan jaringan irigasi serta memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola irigasi dan masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Alam (DPU- SDA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengambil tema”Peningkatan Pengelolaan Irigasi Secara Swakelola dan Partisifatif”.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) tersebut ditempatkan di Balai Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung cukup komunikatif dan memunculkan banyak sesi pertanyaan yang cukup menarik tersebut menghadirkan sejumlah pembicara.
Kegiatan tersebut diantaranya juga menghadirkan diantaranya, Camat Panceng, Camat Dukun, Camat Ujungpangkah, Kades Kentanen, Kades Mentaras, Kades Tebuwung dan Kadres Ketapang Lor yang wilayahnya terkait dengan pengelolaan jaringan irigasi. Selain itu, hadir juga Ketua HIPPA Tirta Bahagia Kecamatan Panceng, Ketua HIPPA Sumber Rezeki Waduk Mentaras Desa Mentaras, Kecamatan Dukun, Ketua HIPPA Tirta Kaya Waduk Metaras Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Ketua HIPPA Sumber Agung Waduk Ketapang Lor, Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah. Hadir mendapat undangan juga Pekarya Waduk Ketanen, Pekarya Waduk Mentaras,Pekarya Jaringan Irigasi Waduk Mentaras dan masyarakar Desa Ketanen.
Sementara itu, selaku tuan rumah Mat Rofik, Kepala Desa Ketanen, Kecamatan Panceng menyambut senang kegitan yang dipusatkan di desanya tersebut. Menurutnya kegiatan itu sangat postif. ” Sebenarnya yang punya hajat itu adalah DPU SDA Kabupaten kami hanya kebagian tempat saja.” katanya, Sabtu (19/9/2026). Dikatakan Mat Rofik, sebagaimana dalam surat undangan, tujuan kegiatan pertemuan itu yaitu untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan jaringan irigasi yang ada di masing-masing.
Ditambahkan, pengelolaan jaringan irigasi itu juga merupakan salah satu untuk mendukung program strategis pemerintah pusat dalam ketahanan pangan nasional. Sebab, hampir 80 persen lahan Ketanen berupa lahan pertanian. Itulah pentingnya pengelolaan irigasi tersebut.(lim/Red)
