Sukses Budidaya Melon Premium, Perangkat Desa Tanjangawan Raup Cuan Belasa Juta

oleh -306 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com- Meski sudah bekerja sebagai perangkat desa, namun Mohammad Mahdi tetap menekuni hobinya dibidang pertanian. Berkat kerja kerasnya, ia berhasil membudidayakan buah melon dengan konsep greenhouse. Hebatnya, dalam sekali panen dirinya mampu meraih uang hingga Rp.16 juta.

Keberhasilan Mahdi budidaya budidaya melon jenis golden di lahan seluas 250 meter persegi ini tak bisa dilepaskan dari tekad kuat dan managemen waktu, seperti melakukan penyiraman sebelum berangkat dan sepulang bekerja sebagai Kaur TU dan Umum di Balai Desa Tanjangawan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Mahdi bercerita, sebelumnya ia bersama istri Ratna Ika Ningtyas sudah menekuni pertanian. Khususnya tanaman padi dan tomat. Lantaran hasilnya kurang maksimal akibat banyak hama di sawah. Kemudian dirinya belajar mengenai budidaya melon dengan konsep greenhouse.

“Saya belajar ke beberapa pembudidaya melon yang sukses. Setelah tahu ilmunya, saya akhirnya mencoba mempraktekan,” ungkap Mahdi, saat ditemui di greenhouse miliknya, Kamis (8/6/2023).

Sebagai langkah awal, lanjut pria berusia 33 tahun ini, ia menanam 700 bibit melon di lahan 250 meter persegi. Adapun modal produksi yang dia keluarkan untuk bibit, media tanam dan nutrisi menghabiskan sekitar Rp. 4 juta. “Butuh sekitar 70 hari untuk bisa di panen. Bahkan, sebelum panen sudah banyak orang yang pesan,” kata Mahdi.

Alumni Madrasah Aliyah (MA) Kanjeng Sepuh Sidayu ini menjelaskan bahwa, dari 700 bibit melon yang ditanam bisa menghasilkan sekitar 1 ton buah melon. “Alhamdulillah bisa panen sekitar 1 ton. Per kilo saya jual Rp.16 ribu. Sehingga menghasilkan uang Rp.16 juta,” ujarnya.

Baca Juga:  Gandeng Dua BUMN, PP Fatayat NU Latih Ratusan Kader Pahami Literasi Keuangan

Menurut Mahdi, menanam melon dengan konsep greenhouse memiliki banyak kelebihan dibanding cara konvensional. Salah satunya dari terhindar dari hama tikus atau hewan lainnya karena seluruh sisi ditutup plastik.

“Meski pembuatan greenhouse butuh modal hampir Rp.25 juta, namun itu sebanding dengan hasil yang diraih,” ucap Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Ujungpangkah tersebut. “Kami juga senang ternyata banyak warga dan anak sekolah yang berkunjung untuk sekedar melihat-lihat maupun berfoto dengan melon di greenhouse,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Tanjangawan Anang Ma’ruf mengaku senang atas inovasi yang di lakukan perangkat desanya dalam mengembangkan dan meningkatkan perekonomian di bidang pertanian. “Apa yang dilakukan Mahdi ini patut dijadikan contoh bagi warga lainnya. Mudah-mudahan mampu menambah penghasilan para petani,” kata Anang.

Dia menambahkan, adanya budidaya melon dengan konsep greenhouse ini menjadi hal baru di wilayahnya. Sehingga tak heran banyak orang penasaran untuk melihat dan berfoto ria. “Saya kaget yang datang gak hanya warga sini (Tanjangawan, red), akan tetapi warga di luar desa maupun kecamatan lain,” pungkasnya. ( Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.