SabdaNews.com – Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Salim Azhar, menyoroti anjloknya harga telur di tingkat peternak di Kabupaten Jombang yang dinilai semakin memberatkan pelaku usaha peternakan rakyat. Ia menduga ada persoalan tata niaga dan indikasi permainan tengkulak yang menyebabkan harga di tingkat peternak anjlok tapi harga di pasar tetap relatif tinggi.
Menurut Salim, kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar tidak semakin merugikan peternak. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, harga pembelian telur di tingkat peternak jauh lebih murah dibanding harga yang dijual kepada konsumen di pasar.
“Ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama, terutama pemerintah provinsi Jawa Timur untuk segera mencari solusi atas ketidakstabilan harga telur. Yang saya dengar, harga di peternak murah, tetapi ketika sampai di pasar justru masih cukup mahal,” ujar Salim, Kamis (11/6/2026).
Politisi PKB asal daerah pemilihan Jombang-Mojokerto itu menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan rantai distribusi. Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan berlebihan sehingga peternak berada dalam posisi paling dirugikan.
“Nah ini yang harus ditelusuri. Banyak peternak mengeluh karena harga tidak seimbang. Ada indikasi permainan atau monopoli harga oleh tengkulak sehingga peternak tidak mendapatkan harga yang layak,” katanya.
Salim mengaku menerima laporan bahwa sebagian peternak bahkan memilih tidak menjual hasil produksinya karena harga yang ditawarkan sudah berada di bawah biaya produksi. Kondisi itu dinilai sangat memprihatinkan dan berpotensi mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
“Ada laporan sampai ada peternak yang membuang telur karena ketika dijual tetap rugi. Ini tentu tidak boleh dibiarkan karena akan berdampak pada keberlangsungan usaha peternak kecil,” ujarnya.
Untuk membantu peternak menghadapi tekanan biaya produksi yang terus meningkat, Salim mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan subsidi pakan ternak. Menurutnya, biaya pakan menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur sehingga perlu ada intervensi pemerintah.
“Saya melihat subsidi pakan ternak sangat diperlukan dan harus segera direalisasikan. Harga pakan saat ini cukup tinggi sehingga membebani peternak. Dengan adanya subsidi, beban mereka bisa berkurang dan usaha tetap berjalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, mekanisme penyaluran subsidi dapat dilakukan berdasarkan data peternak yang telah dimiliki pemerintah daerah. Dengan demikian bantuan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan peternak.
“Data peternak sudah ada. Tinggal disusun skema penyalurannya melalui pemerintah daerah dan disalurkan kepada peternak yang membutuhkan. Yang terpenting saat ini adalah ada langkah cepat untuk menyelamatkan peternak dari kerugian yang terus berlanjut,” pungkasnya.
Salim berharap Pemprov Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap rantai distribusi telur, sekaligus menyiapkan kebijakan perlindungan bagi peternak agar stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga. (pun)
