SURABAYA, SabdaNews.com- 26 September 2026 – Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (PW IKAPETE) Jawa Timur menyayangkan beredarnya sebuah tulisan opini di media digital yang menggunakan judul ambigu dan cenderung menyesatkan opini publik terkait hasil Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Tulisan yang berjudul “Seruan Ketua Umum PBNU Bentuk Tim Investigasi Independen dan Tunda Pengesahan Pengurus” dinilai berpotensi menciptakan salah tafsir di tengah-tengah warga Nahdliyin.Ketua PW IKAPETE Jawa Timur, KH. Roisuddin Bakri, menegaskan bahwa judul tulisan tersebut sangat tidak akurat karena seolah-olah menarasikan adanya instruksi atau kegelisahan resmi dari Ketua Umum PBNU terpilih, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
Padahal, substansi tulisan tersebut murni merupakan opini dan gagasan pribadi dari sang penulis, bukan representasi sikap kelembagaan PBNU. “Kami sangat menyayangkan model pembingkaian (framing) lewat judul yang kurang bijak tersebut. Secara tata bahasa, judul itu manipulatif karena membuat pembaca mengira bahwa seruan tersebut datang langsung dari Ketua Umum PBNU. Ini bisa memicu kegaduhan yang tidak perlu di akar rumput,” ujar KH. Roisuddin Bakri dalam keterangan resminya di Surabaya.
Beliau menambahkan, Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang pada akhir Agustus lalu telah selesai dengan sukses, sejuk, dan menghasilkan keputusan yang sah secara konstitusi organisasi. Terpilihnya KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 memiliki legitimasi moral dan organisatoris yang sangat kuat serta sesuai dengan AD/ART NU.
Oleh karena itu, PW IKAPETE Jatim mengimbau kepada seluruh alumni Pesantren Tebuireng, warga Nahdliyin, dan masyarakat luas agar lebih tabayun dan kritis dalam memilah informasi di media sosial maupun media digital. “Muktamar telah usai dengan cara yang bermartabat. Sekarang adalah momentum bagi seluruh komponen NU untuk merapatkan barisan, mendukung penuh kepemimpinan baru PBNU, dan menghentikan segala polemik atau rumor sepihak yang tidak berbasis fakta. Mari kita jaga marwah jam’iyah ini dengan narasi-narasi yang menyejukkan,” pungkas KH. Roisuddin Bakri. (Luck/Hoo/Red)
