GRESIK, SabdaNews.com- Ahad (19/7/2026) mengangkat tema menjemput ketinggian derajat dan kemenangan dalam perspektif Islam. Pengajian yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa Giri Cabang Kebomas pada 04 Shafar 1448 H menghadirkan KH. Prof. Dr. Thohir Luth, MA. Dari Malang. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur periode 2010–2015 dan 2015-2022 ini mengawali kajian ahad pagi dengan firman Allah Surah At-Taubah ayat 20, “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan”
Prof. Thohir menguraikan dari ayat tersebut ada tiga syarat untuk mendapatkan ketinggian derajat dan kemenangan, yaitu Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. “Iman bukan sesuatu yang tetap. Ia dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan”Ujar dai yang lahir dari keluarga nelayan tradisional yang serba terbatas di pesisir Flores Timur NTT. Oleh karena itu,Imbuh Prof Thohir seorang Muslim hendaknya senantiasa menjaga dan meningkatkan imannya melalui ilmu, ibadah, dan amal saleh.

“Hijrah bukan hanya hijrah secara fisik atau berpindah tempat demi menjaga agama atau mencari lingkungan yang lebih baik, tapi juga hijrah Qolbiyah dan hijrah Amaliyah”Ujar dai yang lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, 7 Agustus 1954 ini , Hijrah Qalbiyah, sambung Prof Thohir yaitu berpindahnya hati dari cinta kepada maksiat menuju cinta kepada Allah, sedangkan hijrah Amaliyah adalah berubahnya amal dan perilaku dari yang buruk menuju amal saleh dan ketaatan.
Jihad fi sabilillah, sebut Prof Thohir adalah segala bentuk kesungguhan yang dilakukan dengan niat ikhlas untuk mencari rida Allah dan menegakkan kebaikan sesuai ajaran Islam. Bentuknya sangat luas, mulai dari memperbaiki diri, menuntut ilmu, berdakwah, beramal dengan harta, hingga pembelaan yang dibenarkan syariat dalam kondisi yang memenuhi ketentuan hukum Islam. Dengan demikian, jihad tidak identik dengan peperangan semata, melainkan mencakup seluruh upaya sungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2020 dan Wakil Ketua MUI Jatim Periode 2020- 2025 ini menyampaikan cara merawat dan menjaga iman, hijrah dan jihad ini dengan selalu istiqomah merawat dan menjaga iman melalui ibadah, ilmu, dan amal saleh. Ketika melakukan kesalahan, ia berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Semua usaha tersebut merupakan bagian dari jihad fi sabilillah, yaitu bersungguh-sungguh dalam menaati Allah dan menegakkan kebaikan sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, iman akan terus bertambah dan menjadi bekal menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Guru Besar Ilmu Hukum Islam di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang ini ini menutup kajian pagi ini dengan sebuah kabar gembira dari Allah yang difirmankan di Surah At-Taubah ayat 21,” Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya” Murid SD Almadany menjadi pembaca ayat Alquran , Pada kesempatan itu bertindak sebagai pembaca ayat- ayat suci Alquran Muhammad Abidzar Al Ghifari dari kelas V Kalimas SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Allmadany) Kebomas Gresik yang membacakan Surah Maryam ayat 30-35 dengan sangat baik. ( Kontributor Mahfudz Efendi/Red)
