Pantang Menyerah, Tim Melek Industri Terus Bergerak Mengawal SDM Pekerja Santri Bisa Bekerja di PTFI

oleh -380 Dilihat

GRESIK ,SabdaNews.com-Tim Melek Industri “Santri Nusantara Bersatu” yang dikomandani Lestari Widodo seakan tak mengenal kata lelah, putus asa, apalagi menyerah dalam memperjuangkan para pekerja santri agar bisa masuk ke dalam dunia Industri.

“Peduli, Ter-Panggil, Ber-Gerak, Hadir, Khoirunnas Anfauhum Linnas, SEMANGAT MENGABDI” menjadi motivasi kuat untuk terus berikhtiar keras menyiapkan SDM para pekerja santri, supaya peka terhadap adanya Industrialisasi.

Salah satu ikhtiar yang terus istiqomah dilakukan, yakni menggelar “Ngaji Industri” dengan mengusung tema “Penyiapan SDM Para Pekerja Santri Dalam Rangka Menyonsong Progres Report PT. Freport Indonesia  (PTFI) dan Perusahaan –  Perusahaan Baru di KEK JIIPE “.

“Alhamdulillah, kegiatan Ngaji Industri ini, sudah berjalan pada jilid ke- 34. Kekompakan dalam satu wadah Tim Melek Industri, baik penggerak, para pekerja santri adalah kekuatan dan semangat untuk terus berbuat dengan niat kokoh supaya bisa manfaat dan manfaati pada sesama,” ujar Ketua Panitia Syaiful Rizal, Minggu (24/9/2023) malam.

Semangat itu, sambung Rizal, diwujudkan dalam keistiqomahan dan fokus pengawalan SDM para pekerja santri, supaya peka terhadap adanya Industrialisasi. Terutama pada Progres PT. Freport Indonesia dan Perusahaan – Perusahaan Baru di KEK.JIIPE.  “Dalam setiap perkembangannya kita ikuti secara up date supaya tidak lepas sedikit pun, sehingga kita tidak hanya jadi penonton saja, tapi menjadi pelaku langsung turut berjuang mengawal para pekerja santri bisa bekerja di PTFI,” tandasnya penuh semangat.

Tak lupa Rizal menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran teman-teman dari dalam desa, luar kecamatan, bahkan luar kabupaten dalam wadah binaan Tim Melek Industri menjadi kekuatan dan semangat tersendiri.

Di tempat yang sama, Pembina Tim Melek Industri “Santri Nusantara Bersatu” Lestari Widodo menyampaikan ucapan selamat datang untuk para pekerja santri, narasumber, bahkan stakeholder terkait lainnya, dalam rangka mengikuti kegiatan Ngaji Industri pada jilid ke-34 ini.

Dasar kegiatan kali ini adalah keberlanjutan dari Rembuk Akur ke-2 , beberapa waktu oleh PT. Freport Indonesia di Hotel Aston pada tanggal 18 September 2023, termasuk mengikuti dinamika Industri yang sedang up date berjalan.  “Progres-progres yang diikuti tiap hari (Day to day) up date,  kita tulis rapi, kita perdalam, dikaji , telaah, dan analisa pointer serta essensynya. Supaya bisa bener-bener bisa diramesi, dijadikan formula sebaik-baiknya, dan akhirnya menjadi bagian terpenting dalam tema besar Ngaji Industri saat ini,” terang Kang Widodo sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 yang diinisiasi KH. Muhammad Hasyim Asy'ari

Dijelaskan Kang Widodo, Konseling Ketenagakerjaan bagi para pekerja santri, Ngaji Industri Rutin, Penyiapan SDM yang berkompetensi, Membangun Jejaring Mitra Kerja adalah Wujud aktualisasi kongkrit dalam bersinergi dengan Pelaku Industri, khususnya pada PT.FI berikut Subcon-subconnya, dan juga Perusahaan – Perusahaan baru KEK JIIPE.

Semangat kuat dari para penggerak Tim Melek Industri, berikut binaan para calon pekerja santri dalam menyiapkan SDM terbaik, menjadi cita-cita ke depan, supaya bisa hidup lebih baik serta sejahtera.  “Semoga gerakan masyarakat dalam wadah Tim Melek Industri, akan membawa manfaat bagi para generasi muda, menyiapkan potensinya, dengan tidak meninggalkan karakter serta moral yang baik, disertai dengan jiwa santrinya,” harapnya penuh khusuk.

Sementara Muh. Hafidz Yusuf, ST, MT.
( Akademisi UQ dan Trainer) yang hadir memberikan Motivasi Ke – industrian memaparkan, kegiatan ini sebagai keberlanjutan dirinya kemarin, berdiskusi dengan Pak Widodo, sangat apresiasi dan kaget dengan adanya wadah melek industri seperti ini, yang bener – bener mencerminkan aksi nyata dalam rangka  penyiapan SDM para pekerja, terutama attitude, kedisiplinan, bahkan penyiapan skill bagi SDM para pekerja santri.

“Himbauan saya pada semua yang hadir, bagaimana dalam bekerja itu harus mempunyai kemampuan untuk bekerja sama atau istilahnya secara team work yang baik, Ability harus dimiliki oleh para pekerja santri. Perlu juga, memiliki keterampilan berkomunikasi dengan baik, supaya cakap mengikuti setiap perkembangan industrialisasi,” jelasnya.

Selanjutnya, Jiwa Leadherahip, kegigihan dalam bekerja, kemampuan mengatur waktu, kekuatan interpersonal, beradaptasi yang baik, itu kunci penting para pekerja santri dalam berkarya.

Nilai – nilai inti yang dikembangkan oleh PT.FI, yaitu Safety, Integrity, Commitment, Respect, Excellence disingkat SINCERE harus juga dimaknai dan bisa disinergikan dengan Kearifan Lokal serta Karateristik warga Gresik sebagai Kota Santri.

Baca Juga:  Optimalkan Layanan Posyandu, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Siap Terjunkan Kader

Dalam Ngaji Industri tersebut, saat sesi Diskusi dan Rekomendasi, Cak Lukman Hakim selaku Adm. MS.Pedia dan Penggerak Melek Industri menaruh harapan besar agar para pekerja santri bisa diakomodir dalam setiap progres di PT.FI dan Perusahaan Baru di KEK JIIPE.

“Sehingga data – data binaan Tim Melek Industri yang sudah masuk sekian banyak, baik dalam desa, luar kecamatan, bahkan luar kabupaten bisa kita mapping dengan baik berdasarkan rekam jejak dalam bekerja, serta kemampuan kompetensi / skillnya,” ungkapnya.

Sedangkan Cak Sutarno selaku perwakilan pekerja MSP di salah satu Subcon CII memberikan motivasi kuat agar teman – teman yang berkarya dengan baik, supaya menjadi prioritas dalam Vendor di Freport besok.

Penyiapan SDM, berupa kompetensi yang bersertifikat diharapkan menjadi bagian terpenting gerakan Tim Melek Industri, dalam menyiapkan pekerja santri supaya lebih berkualitas dan cakap dalam dunia industri, syukur menunya sangat pas serta cocok dengan kebutuhan industri di PTFI dan Perusahaan Baru di KEK JIIPE.

Menariknya, Mbak Nur Shofiyah, selaku perwakilan pekerja santri perempuan. Menyampaikan, untuk bekerja di dunia industri harus benar – benar kuat, dalam segala hal. Kita harus menunjukkan jiwa semangat, pantang sambat / mengeluh, menunjukkan potensi yang terbaik itu kuncinya. “Ke depan, saya sangat berharap banyak pada pelaku industri, bahwa penambahan kuota perempuan juga harus diperhatikan. Tentunya, tetep sesuai kemampuan dan skill yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Shofiyah juga berpesan pada teman – teman semua yang hadir, agar jaga silaturahmi , kekompakan. Ter-khusus Tim Melek Industri agar tetep istiqomah, membawa kebaikan dan kemanfaatan bagi kita semua, sehingga anak cucu kita kelak akan juga menikmati berkah dari buah perjuangan kita bersama.

Untuk diketahui, Alhamdulillah Kegiatan Ngaji Industri oleh Tim Melek Industri mendapatkan apresiasi, baik dari Para Pelaku Industri di PTFI, berikut Subcon-subconnya CII, Petrosea, KEK JIIPE, Unsur Eksekutif /  Pemerintah, Unsur Legislatif, bahkan Masyarakat secara luas. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.