Munajat 100 Tahun NU Bershalawat Bersama Habib Syech di Sidogiri

oleh -534 Dilihat

SabdaNews.com – PWNU Jatim terus melakukan penguatan spiritual memaknai Abad Kedua NU. Setelah ziarah Muassis (Pendiri) NU, kini menggelar Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, “Munajat 100 Tahun NU, Menyibak Isyarah Abad Kedua NU”, di lapangan PP Sidogiri Pasuruan, Selasa (21/2/2023), mulai pukul 19.00 WIB.

Sebelum bershalawat bersama jajaran PWNU Jatim dipimpin Katib Syuriah KH Romadlon Chotib, terlebih dulu ziarah ke Makam Auliya KH Abdul Hamid di kompleks Masjid Jami’ Kota Pasuruan serta bersilaturahmi kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.

KH Abdul Hamid bin Umar, merupakan tokoh spiritual dikenal sebagai Waliyullah yang selalu memberi penguatan rohani pada kader-kader NU.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian Peringatan 100 Tahun NU yang digelar PWNU Jatim. Momentum istimewa dalam menginjakkan aktivitas memasuki program-program abad kedua NU, ” tutur KH Robith Fuadi Lc, sekretaris Panitia Peringatan 100 Tahun NU dari PWNU Jatim.

Spiritualitas sebagai Pijakan Utama

Sebelum shalawat bersama di Pondok Pesantren Sidogiri, PWNU Jatim menggelar acara Ziarah Muassis NU sebagai pijakan utama dalam meneruskan perjuangan para masyayikh. Kegiatan yang digelar pada Kamis (16/2) menziarahi makam Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri.

Kegiatan Ziarah Muassis NU akan berakhir di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. “Ziarah ke muassis sebagaimana rutinitas kita pada saat Harlah NU. Apalagi ini bertepatan dengan satu abad. Rutenya kami akan ziarah ke Mbah Wahab, Mbah Bisri, Mbah Hasyim, kemudian sekalian gabung dengan agenda PBNU di Tebuireng, yaitu Tasyakuran 1 Abad NU,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib.

Baca Juga:  Pimpin Apel Kesiapan Petugas Haji Indonesia Embarkasi Surabaya Tahun 2023, Gubernur Khofifah Tekankan Tiga Prinsip ; Membina, Melayani dan Melindungi Jamaah Haji

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang ini mengungkapkan, bahwa ziarah muassis adalah momen untuk kembali mengingat tujuan utama pendirian Nahdlatul Ulama, yang selanjutnya menjadi pijakan generasi penerus di era ini dalam berkhidmah.

“NU ini isinya para ulama bahkan auliya. Tentu sambil ziarah kita mengingat kembali motivasi apa yang membuat beliau mendirikan NU. Kemudian kita renungkan bersama sebagai pijakan utama dalam meneruskan perjuangan para muassis,” ujarnya.

Pada bagian lain, Gus Salam berharap dari agenda ini para pengurus NU bisa menjaga khidmah dengan keilmuan dan sebagai wadah untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan antar ulama maupun dengan umat.

“Ini juga sebagai pengingat kita bahwa khidmah di NU harus dilakukan dengan ikhlas dengan komitmen dan tujuan utama yaitu melayani umat di semua aspek kehidupan untuk mendapatkan ridha Allah. Sehingga tidak ada tujuan lain yang sifatnya pribadi apalagi sampai mengorbankan amanah yang diemban,” tuturnya.

Sementara itu, kegiatan ziarah muassis PWNU Jatim bertemu dengan kegiatan PBNU di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Kamis, 25 Rajab 1444H bertepatan 16 Februari 2023, Pk. 19.00 WIB. Akhir ziarah muassis PWNU Jatim pun di Makam KH M Hasyim Asyari.(tis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.