GRESIK,SabdaNews.com– Kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Ibtidaiyah Wilayah Gresik Utara tahun 2026 dilaksanakan di MI Al Khoiriyah, Desa Dalegan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, pada hari senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Madrasah (Kamad) dan Bendahara MI wilayah Gresik Utara (Dukun, Panceng, Ujungpangkah, Sidayu dan Bungah) serta di hadiri langsung oleh Kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Gredik, dan tim pengawas Kemenag Gresik
Kegiatan berjalan teratur sesuai dengan jadwal dan lembaga pendidikan. Tim monev memeriksa kelengkapan dokumen LPJ Bos, kesesuaian penggunaan dana dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan bimbingan teknis kepada para kepala madrasah dan bendahara bos agar pelaporan dapat disusun secara akuntabel, transparan, dan tepat waktu.
Moh Ali Faiq M.H.I Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik mengatakan, pengelolaan bos adalah amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Akuntabilitas dan ketepatan pelaporan sangat penting agar dana yang diterima madrasah benar benar bermanfaat secara maksimal bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan madrasah.
Saya berharap melalui kegiatan monev ini, setiap madrasah di wilayah Gresik Utara semakin paham prosedur pelaporan, tidak ada lagi kesalahan adminstrasi yang berulang, dan dana bos dapat dikelolah dengan jujur, cermat, dan penuh tanggung jawab demi kemajuan madrasah kita,” ujarnya Ali Faiq Menambahkan, madrasah dapat singkronkan LPJ dengan e-RKAM bukti katalog dan mendokumentasikan bukti transfer sebagai bukti fisik serta menggunakan bos sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Salah satu tim monev/pengawas Madrasah Kemenag Gresik Nur Hudah M.Pd mengatakan, “kami melihat antusiasme dan kesiapan madrasah di wilayah Gresik Utara sangat baik. Secara umum penyusunan LPJ bos tahun 2026 sudah jauh lebih rapi dan sesuai dengan ketentuan. Harapan kita penggunaan dana bos bisa dioptimalkan sesuai dengan RKAM dan jangan ada penggunaan diluar perencanaan. Semoga ada peningkatan nilai besaran bos untuk Madrasah,” ungkapnya.
Penutup kegiatan monev berjalan lancar dan penuh semangat. Para peserta menyambut baik pendampingan yang diberikan dan berkomitmen untuk menyempurnakan dokumen sesuai masukan dari tim monev. Semoga pengelolaan dana bos di madrasah di Kabupaten gresik kedepanya semakin tertib, akuntabel, dan berdampak positif bagi kemajuan pendidikan anak anak kita. (Syafik Hoo/Red)
