60
GRESIK, SabdaNews.com- Menjaga dan merawat warisan budaya leluhur selalu dilakukan setiap tahun oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Ketanen, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Seperti tahun ini, dengan dukungan antusias dari para warga dan tokoh masyarakat, kembali menggelar kegiatan sedekah bumi yang berlangsung cukup meriah. Sedekah bumi itu diawali dengan bersih – bersih desa dan membersihkan mata air sendang yang dilakukan pada 11 Agustus 2025 lalu agar terlihat bersih airnya. Desa Ketanen mempunyai dua sendang yang dianggap warga punya nilai cukup keramat. Untuk mencuci beras dan memasak acara hajatan, warga selalu menggunakan air sendang.
“Dulu waktu saya masih kecil orang luar desa kalau mau menikah dengan warga Ketanen juga harus mandi dulu di Sendang agar kerasan dan pernikahannya bisa langgeng, ” tutur Yahya Werkudoro, salah satu perangkat Desa Ketanen. Kepala Desa (Kades) Ketanen, Mat. Rofik, S.Ag menuturkan, sedekah bumi itu sudah menjadi tradisi warga. Setiap tahun warga selalu menggelar sedekah bumi. Hanya saja sedekah bumi kali ini tidak menghadirkan pagelaran wayang kulit. Ini karena terbatasnya anggaran yang ada. “Kendati demikian sedekah bumi tetap berlangsung meriah. Para semua mantan Kades yang diundang hadir. Warga tetangga desa juga banyak yang hadir,” tutur Mat. Rofik, pada Jum’at (29/8/2025).

Dituturkan Mat. Rofik, Kades yang menjabat satu periode ini, pagi sebelum dilakukan kirap tumpeng dan istighosah di atas sendang, sedekah bumi itu diawali dengan bersih-bersih desa dan membersihkan mata air sendang. Pembersihan sendang, diantaranya untuk menjaga mata air sendang agar terlihat bersih dan jernih airnya. “Dulu sendang itu selalu digunakan warga untuk mandi dan mencuci oleh ibu -ibu. Kalau pulang dari sawah biasanya petani mandi dulu di sendang. Namun, karena sejalan dengan perubahan dan perkembangan zaman, sekarang sendang itu sudah tidak dipakai mandi dan tempat memcuci lagi oleh warga, ” ujar Kades Mat. Rofik.
Sedekah bumi itu kata Mat. Rofik, selain menjaga dan merawat warisan budaya leluhur, juga untuk menjalin silahturahmi antar warga. Semua mantan Kades yang diundang juga hadir. Selain dihadiri tokoh masyarakat, sedekah bumi itu juga dihadir Forkopimcam Panceng dan PT Smelting. Sedekah bumi itu digelar juga untuk menginggat hari kelahiran desa.

“Setiap desa tentu punya hari kelahiran yang perlu dirayakan, ” tutur Kades yang telah mengukir banyak prestasi untuk Desa Ketanen ini. Diantaranya, berhasil meraih juara I lomba desa se Kabupaten Gresik dan peringkat 10 lomba desa berseri tingkat Propinsi Jawa Timur ini.(gus/lim/Red)
