Opini Publik
Oleh : Muhles Fajar,
SabdaNews.com — Tokoh muda Kangean, Muhles Fajar, mengeluarkan pernyataan tegas terkait dinamika pembangunan di Kepulauan Kangean. Dalam keterangannya, ia menyatakan tidak akan mendukung jika ada proyek pembangunan yang bersumber dari APBD maupun APBN untuk wilayah tersebut. “Saya adalah orang pertama yang akan menolak jika ada pekerjaan pembangunan di Kepulauan Kangean menggunakan dana APBD atau APBN,” ujarnya.
Menurutnya, sikap itu muncul karena sebagian masyarakat Kangean dianggap tidak lagi menghargai pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. “Karena orang Kangean sudah tidak menghargai hasil pembangunan yang dilakukan Pemkab Sumenep. Maka khusus untuk Kecamatan Arjasa, infrastruktur tidak perlu lagi dibangun,” tegasnya.
Muhles kemudian menyindir kelompok yang menolak eksploitasi migas namun tetap menuntut pembangunan. “Biarkan mereka meminta pembangunan kepada P3KM. Organisasi itu kan dianggap kaya, pasti bisa membangun Kangean,” ujarnya dengan nada satir.
Lebih jauh, Muhles menilai ada kontradiksi antara penolakan investasi dengan tuntutan infrastruktur. Ia menekankan bahwa kontribusi masyarakat terhadap keuangan daerah masih minim, terutama dalam aspek perpajakan. “Kelompok penolak eksploitasi migas harus bertanggung jawab terhadap pembangunan Kangean. Jangan hanya menolak, tapi tidak memberi solusi. Mereka merasa membayar pajak, padahal sekitar 75 persen kendaraan orang Kangean tidak bayar pajak, begitu juga dengan pajak bumi dan bangunan,” ungkapnya.
Muhles mempertegas sikapnya dengan menyoroti kelompok penolak siesmik yang selama ini kerap menyatakan tidak membutuhkan pemerintah. Menurutnya, pernyataan itu harus dibuktikan dengan konsistensi sikap. “Kelompok penolak siesmik menyatakan tidak butuh pemerintah. Kalau begitu logis kalau pembangunan Kecamatan Arjasa divakumkan. Jangan menolak tapi tetap menuntut fasilitas pemerintah,” tandasnya.
Pernyataan Muhles Fajar ini kembali memanaskan perdebatan mengenai arah pembangunan dan investasi di Kepulauan Kangean. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak P3KM maupun kelompok penolak eksploitasi migas. ( Penulis : Aktivis Kangean/Red)
