12
GRESIK ,SabdaNews.com- Gelaran Karnaval dan Pawai Budaya Rakyat serta Pertunjukan Drama Seni Nusantara di Dusun Pereng Kulon, Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur benar-benar Istimewa, Sabtu (30/8/2025) malam. Kegiatan dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-80 yang digelar oleh Karang Taruna Buana Yudha ini menyedot perhatian ribuan warga yang menyaksikan dengan penuh rasa kagum dan takjub.
Meski skalanya hanya tingkat dusun, kemeriahannya tak kalah dengan karnaval tingkat desa maupun kecamatan, bahkan tingkat Kabupaten. Sebanyak 10 RT ikut ambil bagian dalam ajang ini. Mereka menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari cerita rakyat, inspirasi perjuangan meraih kemerdekaan. Salah satunya RT 28 yang menghadirkan kisah perjuangan pahlawan di masa penjajahan. Yang membuat kagum, setiap tim bisa menghabiskan biaya hingga Rp20–30 juta. Bahkan, jika ditotal, pelaksanaan karnaval ini bisa menelan biaya hingga Rp200 juta lebih.
Biaya besar itu terlihat dari karya warga, mulai dari maskot setinggi lebih dari tiga meter, kostum penuh warna, hingga properti hasil buatan sendiri yang dikerjakan selama tiga bulan terakhir. Ketua Panitia Pelaksana, Edi Suflan, menyebut karnaval kali ini menjadi yang paling meriah. Seluruh warga sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. “Kami ingin suasana dusun lebih guyub rukun, sekaligus memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Harapannya bisa berkelanjutan, minimal digelar dua tahun sekali,” ujarnya.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Gresik, Noto Utomo. Menurutnya, semangat masyarakat dalam berkarnaval menunjukkan kekompakan warga. “Karnaval ini jadi bukti bahwa warga bisa bergotong royong dan bekerja sama, hasilnya benar-benar meriah,” ungkapnya.
Tak hanya soal penampilan, setiap tim juga bersaing memperebutkan gelar juara. Piala dan uang tunai Rp.10 juta disiapkan panitia sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat agar warga lebih antusias. Sekretaris DPC PDI-P Gresik ini menambahkan, karnaval budaya dusunnya diharapkan bisa berkembang seperti di Desa Sembayat yang sudah dikenal luas. “Kami ingin Pereng Kulon punya ciri khas, supaya ke depan semakin besar dan membawa manfaat bagi warga.
Dengan segala kreativitas dan biaya yang tak sedikit, karnaval ini diagendakan 2 tahunan. Dengan semangat dan kebersamaan bisa melahirkan tontonan yang tak kalah megah dari acara tingkat kabupaten. “Insya Allah kegiatan karnival dilakukan 2 tahun sekali, semoga lebih meriah lagi ke depannya,” pungkasnya penuh semangat. (lim/Red)