GRESIK, SabdaNews.com- Siswa kelas I–VI bersama guru dan karyawan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik Jawa Timur beristigfar serta menunaikan salat dua rakaat sebagai ikhtiar memohon hujan kepada Allah Swt. Salat istisqa dilakukan di halaman Gedung Banun Mansur, Kamis (22/10/2026). Yang bertindak sebagai imam dan khatib adalah guru Ismuba SD Alam itu, Asy Syihab Azhar, S.H., M.H. Sebelum pelaksanaan salat meminta hujan itu, guru yang akrab disapa Ustaz Syihab itu mengingatkan kembali tata cara salat istisqa kepada seluruh jemaah. Dalam salat istisqa itu Shihab sempat menangis saat membaca quran Surah At-Tahrim ayat 8–9 di rakaat pertama. Dan pada rakaat kedua ia membaca Surah Al-A’la.
Meneruskan surat edaran Gubernur dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Kepala SD Almadany Lilik Isnawati,S.Pd.,M.Pd. berharap ritual ibadah yang disunnahkan Rosullah Muhammad Saw ini menjadi pengalaman tersendiri bagi muridnya. “Kami ingin memberikan pengalaman ibadah yang akan dikenang murid dalam perjalanan beragamanya” Ujarnya. Selain memberikan pengalaman beragama bagi muridnya, Lilik juga menyinggung terkait Surat Edaran (SE) Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tentang Pelaksanaan Salat Istisqa untuk menghadapi musim kemarau panjang, kekeringan, dan ancaman kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Di dalam SE tersebut, Gubernur menginstruksikan (1) kepala daerah, pimpinan organisasi Islam, dan pondok pesantren di Jatim untuk menggelar Salat Istisqa secara masif hingga tingkat desa, disertai ajakan istighfar dan doa bersama masyarakat. Gubernur juga (2) mengimbau penghematan air di tengah darurat kekeringan serta bersinergi menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak, dengan teknis yang disesuaikan kearifan lokal.
Lilik juga menyampaikan kegiatan ini terkait juga dengan seruan dan panduan resmi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid yang tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.1/E/2026 pada 20 Oktober 2026 berisi ajakan untuk umat Islam melaksanakan salat Istisqa, muhasabah, dan ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan di Jawa Timur diprediksi mundur akibat fenomena El Niño yang cukup kuat, dengan sebagian besar wilayah baru akan memasuki musim hujan secara masif pada Desember 2026. Puncak musim hujan di kawasan tersebut diperkirakan terjadi secara bertahap mulai Januari hingga Februari 2027. ( Kontributor Mahfudz Efendi?Red)
