SabdaNewsCom – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Hadi Setiawan menekankan pentingnya kehadiran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadapi potensi kekeringan panjang yang berdampak pada sektor pertanian dan masyarakat petani.
Politikus Partai Golkar itu menyampaikan, sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat, Pemprov Jatim memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi masyarakat, baik dalam bentuk dukungan moril maupun bantuan konkret.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi, baik itu soal mentalnya masyarakat petani dan khususnya tentang bantuan-bantuan yang bisa diberikan kepada masyarakat Jawa Timur,” ujar Hadi Setiawan saat dikonfirmasi di DPRD Jatim, Selasa (7/4/2026).
Ia menilai, perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir semakin sulit diprediksi dibandingkan dengan masa lalu, sehingga membutuhkan respons yang lebih adaptif dari pemerintah. Menurut Hadi, pola musim yang dahulu relatif stabil kini tidak lagi dapat dijadikan acuan dalam menentukan langkah antisipasi.
“Memang kondisi alam juga enggak sebayangan kita masih kecil dulu. (Dulu) alam (diprediksi) pasti, seperti musim ini bakal hujan, dan kapan musim kemarau. Hari ini kan tidak bisa diprediksi,” katanya.
Karena itu, Hadi menegaskan bahwa Pemprov Jatim perlu hadir secara aktif dalam setiap situasi, baik ketika terjadi bencana maupun dalam menghadapi dinamika proses alam yang berpotensi berdampak besar pada masyarakat pada umumnya.
“Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus hadir dalam setiap ada kegiatan, baik itu musibah maupun proses alam,” pintanya.
Lebih lanjut, ia menyebut kehadiran Pemprov Jatim harus diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan yang tepat sasaran bagi masyarakat terdampak. “Pemerintah Provinsi Jawa Timur hadir untuk memberi bantuan dan yang lain-lain,” tambah Hadi.
Ketika ditanya soal dorongan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait langkah antisipasi kekeringan, Hadi menegaskan bahwa sejumlah program telah disiapkan untuk mendukung sektor pertanian di Jatim.
“Tahun ini kan tahun penganggaran. Bulan kemarin masih penganggaran,” jelasnya.
Hadi menyebut, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Jawa Timur sudah menyiapkan infrastruktur maupun sarana-prasarana terkait masalah pertanian maupun yang lainnya. Provinsi sudah menganggarkan untuk bisa dipakai membantu masyarakat Jatim,” pungkas Hadi. (pun)
