Home PEMERINTAHANDi Hadapan Peserta PKN II, Wagub Emil Ajak Implementasikan Empathy dan Adaptive Leadership

Di Hadapan Peserta PKN II, Wagub Emil Ajak Implementasikan Empathy dan Adaptive Leadership

by sabda news

SabdaNews.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 untuk mengimplementasikan empathy leadership dan adaptive leadership dalam menjalankan tugas kepemimpinan di instansi masing-masing.

Hal tersebut disampaikannya usai memberikan materi kepada 60 peserta PKN II di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Selasa (24/2/2026).

Wagub Emil menegaskan bahwa PKN II bukan sekadar ruang pembelajaran formal, melainkan proses pemantapan kepemimpinan bagi para pejabat administrator yang diproyeksikan menjadi pemimpin birokrasi masa depan.

“Ini bukan sekadar sekolah tempat belajar teori, tetapi proses pematangan kepemimpinan. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi pengambil keputusan yang mampu membawa perubahan,” ujarnya.

Wagub Emil menjelaskan bahwa di tengah dinamika global yang terjadi saat ini seorang pemimpin dituntut untuk cakap membaca berbagai potensi dan peluang yang dimiliki. Sehingga diharapkan seorang pemimpin memiliki jiwa-jiwa kepemimpinan yang mengedepankan kepedulian dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

“Tema yang diangkat tadi juga seperti _empathy leadership, adaptive leadership _ ini dikaitkan sama dinamika yang terjadi di kepemerintahan hari ini,” terangnya.

Wagub Emil Dardak menjelaskan bahwa perubahan global, dinamika fiskal, dan ekspektasi publik menuntut keberanian berinovasi dan ketangguhan dalam mengambil keputusan. Dalam konteks inilah tema PKN II sangat relevan yaitu Kepemimpinan adaptif dalam mengelola agenda strategis nasional untuk mewujudkan keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan fiskal dan ketidakpastian global.

“Melalui forum ini para peserta akan saling berdiskusi pengalaman kepemimpinan difasilitasi oleh para widyaiswara yaitu instruktur senior mentor yang ada di BPSDM Jatim,” jelasnya.

Di sisi lain Wagub Emil Dardak juga menekankan bahwa para peserta PKN II ini adalah agen perubahan di instansi masing-masing. Jadikan PKN II ini sebagai laboratorium gagasan, ruang kolaborasi, sekaligus tempat melahirkan proyek perubahan yang berdampak konkret.

“Jangan sekadar lulus, tetapi lahirkan legacy. Jangan hanya menyelesaikan proyek, tetapi ciptakan sistem yang berkelanjutan,”tegasnya.

Orang nomor dua di Jatim ini pun berpesan agar dalam PKN II ini para peserta dapat saling bertukar pengalaman dalam menyelesaikan persoalan yang di hadapi di masing-masing instansi. Karena menurutnya bisa jadi interaksi yang terjadi di luar kelas justru memberikan makna lebih dalam dari sebuah proses belajar yabg berlangsung di dalam kelas

“Ini akan menjadi satu angkatan yang membangun jejaring yang sangat sangat kuat kemudian mereka akan saling berdiskusi pengalaman kepemimpinan difasilitasi oleh para widyaiswara atau instruktur senior mentor yang ada di BPSDM Jatim,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wagub Emil Dardak juga menyampaikan selamat kepada para penerima ASN Achievement Award. Semoga menjadi inspirasi bagi seluruh ASN untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan memperkuat sistem merit serta manajemen talenta di Jawa Timur. (pun)

You may also like

Leave a Comment