GRESIK, SabdaNews.com– Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Kecamatan Kebomas Gresik bersama SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik Jawa Timur memantau kesehatan siswa melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan seluruh murid kelas I – VI sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang dan kesiapan mereka mengikuti pembelajaran. Memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal tidak hanya bergantung pada capaian akademik di dalam kelas. Kesehatan fisik dan stamina tubuh murid juga menjadi kunci penting dalam menunjang keberhasilan belajar.
Kegiatan skrining kesehatan berkala tersebut berlangsung di Kelas I Kapuas di Gedung Banun Mansur untuk siswa kelas I dan V dan di kelas 3 Melawi untuk kelas III, IV dan VI di Gedung H. Amanullah Adnan. Sejak pagi, semua murid tampak berbaris rapi. Mereka mengikuti pemeriksaan dengan tertib dan antusias. Tim medis Puskesmas Kebomas menerjunkan sebelas tenaga kesehatan untuk memeriksa kondisi fisik murid secara menyeluruh. Tim mengawali pemeriksaan dengan mengukur tinggi dan berat badan untuk memantau indeks massa tubuh (IMT).
Selanjutnya, petugas memeriksa tekanan darah, kesehatan mata atau penglihatan, telinga, gigi, dan mulut. Di salah satu pos pemeriksaan, petugas medis dengan telaten mengukur tekanan darah murid menggunakan tensimeter digital. Pemeriksaan tersebut membantu petugas memantau kondisi tekanan darah murid.
Sementara itu, di meja pemeriksaan lainnya, tim medis memeriksa rongga mulut dan gigi murid menggunakan senter. Pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi potensi karies atau masalah kesehatan gigi sejak dini. Koordinator Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SD Almadany, Nur Annisa S.Pd.,Gr., menyampaikan bahwa kegiatan skrining tersebut menjadi agenda rutin yang penting untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan pada anak sejak dini.
Menurutnya, upaya pencegahan dan deteksi dini dapat membantu penanganan masalah kesehatan secara lebih tepat. Lewat CKG kita bisa mengetahui rekam medis dasar murid. Jika menemukan indikasi masalah kesehatan, seperti mata minus atau gigi berlubang, sekolah dan orang tua bisa segera mengambil tindakan penanganan yang tepat,” jelas Nur Annisa di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Gandi Jenokawakibi, salah satu murid kelas III yang mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan, mengaku senang dan tidak merasa takut saat mendatangi setiap pos kesehatan. Saat menjalani pemeriksaan tekanan darah, Jeje – panggilannya terlihat tenang duduk berhadapan dengan tenaga kesehatan. “Tadi sempat grogi waktu mau periksa tensi. Ternyata tidak sakit sama sekali, cuma seperti dipeluk lengannya. Seru bisa tahu kalau badan saya sehat,” ujar Jeje sembari tersenyum setelah menjalani tes. (Kontributor Mahfudz Efendi/Red)
