SabdaNews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus mengintensifkan koordinasi dengan PT PLN (Persero) guna meminimalisir dampak pemadaman listrik bergilir. Pemprov juga meminta PLN memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor strategis dan pelayanan publik agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total.
Penegasan ini disampaikan Wakil Gubetnur Jatim Emil Elestianto Dardak menyikapi kebijakan PT PLN yang melakukan pemadaman bergilir akibat keterbatasan pasokan bahan baku, saat dikonfirmasi usai Rapat Paripurna di DPRD Jatim, Senin (21/06/2026).
Emil menjelaskan bahwa Pemprov Jatim tidak bisa masuk terlalu jauh terkait hal ini. Karena ini wewensng penuh PLN. Namun pihaknya terus melakukan komunikasi ke PLN agar danpaknya bisa ditekan di masyarakat.
Pemprov Jatim, lanjut Emil juga elah menginstruksikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjadi koordinator dalam memetakan sektor-sektor strategis yang terdampak. Sektor vital seperti Rumah Sakit, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), perlintasan kereta api, hingga lampu lalu lintas (traffic light) diminta untuk tidak terkena dampak pemadaman tanpa antisipasi.
”Kami minta jangan sampai rumah sakit terkena pemadaman. Kemudian yang bahaya ini perlintasan kereta api, traffic light, dan PDAM. PLN sudah setuju, jika ada pemadaman terencana, harus berkoordinasi dengan dinas terkait,” tegasnya.
“Pemprov juga menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah, seperti dengan PT KAI, untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta saat listrik padam,” imbuhnya.
Terkait UMKM yang terdampak akibat kebijakan PLN, pihaknya l sudah neminta Dinas Koperasi dan UMKM untuk terus lakukan pantauan keberadaan UMKM akibat kebijaksn PLN ini.
“Kami tidak bisa bicara mengenai ganti rugi UMKM yang terkena dampak pemadaman listrik bergiliran. Tetapi dari Dinas UMKM tentu terus memantau. Kami akan melihat satu per satu bagaimana kita bisa meringankan beban mereka,” jelasnya.
Sementara itu terkait sistem peringatan dini kepada masyarakat, pihak PLN kata Emil mengatakan terus intens memanfaatkan media sosial untuk memberikan informasi pemadaman 1 hingga 2 jam sebelum waktu eksekusi ke masyarakat.
“Kita terus lakuksn koordinasi dengan PLN. Kita berharap PLN mempercepat pemulihan suplai listrik ke posisi normal. Ya kita berharap kondisi ini segera berskhir. Listrik normal lagi, tidsk ada pemadsman bergilir,” pungkas pria yang juga Ketua DPD Pertai Demokrat Jatim. (pun)
