Home NewsPembukaan Pameran 22 Tahun Perjalanan Sanggar DAUN Berlangsung Meriah Full Pengunjung

Pembukaan Pameran 22 Tahun Perjalanan Sanggar DAUN Berlangsung Meriah Full Pengunjung

by sabda news

SabdaNews.com-Pembukaan Pameran 22 Tahun Perjalanan Sanggar DAUN berlangsung meriah. Pameran Karya dan Arsip Sanggar DAUN bertajuk “Let’s IMAGINE the Future Together” ini dihelat di Galeri Prabangkara Taman Budaya Jatim, Jl. Genteng Kali No.85, Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya, Sabtu (25/4/2026).

Pameran dibuka oleh Heti Palestina Yunani. Pembukaan pameran berlangsung meriah dipenuhi pengunjung berbagai kalangan mulai anak-anak, seniman, tokoh seni dan budaya sampai masyarakat umum.   Profesor Djuli Djati Prambudi turut memberi apresiasi atas pameran ini dan terutama kiprah Sanggar DAUN yang telah berjalan 22 tahun, juga dari pihak Taman Budaya Jatim yang diwakili oleh Ibu Sunu Sekarpawening Disbudpar Jatim.

Pameran istimewa ini menampilkan total 45 karya dari 22 seniman Sanggar DAUN. Mulai karya dari Damar Kurung, karya media kertas A3, cat akrilik di atas kanvas ukuran 50×50 cm sampai 150×100 cm, karya instalasi, sampai karya yang dibuat dengan campuran serbuk emas.

“Arsip yang dipamerkan berupa Lini Masa perjalanan 22 tahun Sanggar DAUN, arsip proses berkarya, foto-foto dokumentasi kegiatan, katalog berbagai pameran termasuk pameran bersama dan pameran tunggal, buku-buku hasil karya anak-anak DAUN, sertifikat juara, korespondensi pengiriman karya kompetisi internasional, pernak pernik hadiah kompetisi, medali penghargaan dll,” ungkap Arik S. Wartono sang Pendiri Sanggar DAUN, Minggu (26/4/2026).

22 tahun Sanggar DAUN: Ekosistem Seni Anak Indonesia    Berdiri pada tahun 2004, Sanggar Lukis DAUN kini telah berusia 22 tahun—sebuah prestasi yang patut dicatat. Bukan semata soal lamanya waktu, karena itu bisa dicapai oleh sanggar lain, tetapi tentang konsistensi dan kualitas proses yang dijaga selama itu. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai prestasi berhasil diraih. Salah satu yang menonjol adalah: penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) sampai 5 (lima) kali dari Kementerian Kebudayaan RI banyak berasal dari anak-anak Sanggar DAUN.

LINI MASA SANGGAR DAUN 2004–2026    Dari Advokasi Lingkungan ke Ekosistem Seni Anak Indonesia   2004   DAUN (Duta Alam Untuk lingkungaN) berdiri, semula sebagai lembaga advokasi lingkungan.   2004–2007   Fokus pendidikan lingkungan hidup untuk anak-anak.

Capaian Kunci Sanggar DAUN 2004–2026

1. 2004–2013 Fondasi Global: 22 anak juara Youth for Human Right. Tembus Van Gogh Museum, Saatchi Gallery, Look and Learn Gallery, UNEP, UNICEF, UNESCO dll.
2. 2014–2018 Fase Panen Penghargaan Internasional dan Generasi AKI Pertama: Pameran 10 Tahun We Are The Champions. Thifalia Raudina Mahardya Lencana Emas Garuda AKI (Anugerah Kebudayaan Indonesia) 2018. Xylone Margareth Andariska meraih medali emas dan mendapatkan penghargaan tertinggi: Engineering Award, Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) di Jepang. Lembaga PBB UNESCO, UNEP, UNICEF, WHO, UN Habitat, sampai Dewan Keamanan PBB memberi apresiasi dan penghargaan, termasuk lembaga HAM untuk anak (Youth for Human Right Internasional). Diundang sebagai kontingen budaya dalam Olimpiade Musim Dingin di Rusia. Merajai juara Internasional dan mengikuti berbagai festival budaya Internasional di berbagai negara, hampir semua benua kecuali Antartika karena memang benua ini tidak memiliki negara yang menyelenggarakan kompetisi dan festival budaya untuk anak-anak.

3. 2019–2022 Pandemi, Penerbitan Buku, Pameran Tunggal, Biennale Jatim dan Hari Menggambar Nasional: Buku PINISI, Buto Alas, Forest, Nature, Niluh, Transportation, The Culinary, The Dream, dll _, instalasi _Laut Palsu. 2019: Kennard Alvaro Hadinata meraih AKI (Anugerah Kebudayaan Indonesia). Ariel Ramadhan memulai tradisi Pameran Tunggal anak-anak DAUN, 2021: 5 pameran tunggal untuk Biennale Jatim IX. Xylone Margareth Andariska meraih AKI. Ariel Ramadhan ekspansi pameran ke UNESCO France & Jeju Korea. 2022: 7 pameran tunggal untuk Hari Menggambar Nasional yang pertama. Pada fase ini anak-anak DAUN memulai pameran tunggalnya yang perdana: Xylone Margareth Andariska, Thifalia Raudina Mahardya, Shafi Rahman, Alya Murdoko, Anas Sangaji, Runa Dhafira, Prisha Pamungkas dan Cailyn Bachumaira.

4. 2023–2025 Ekspansi Kurasi & Interdisipliner: 2023 Shafi Rahman meraih Lencana Garuda AKI, menyusul Aliya Murdoko meraih AKI tahun 2025. ARTJOG KIDS yang perdana tahun 2023, 4 anak DAUN lolos kurasi: Prisha Pamungkas, Runa Dhafira, Cailyn Bachumaira dan Malya Sasmaya. Samurai Jalu memulai pameran tunggal sekaligus lolos 12 kurasi internasional dalam setahun, memulai debutnya sebagai seniman anak. Raisha Riandra, Isabell Roses, Kusuma Husna, Azahra Adiva dan Aisyah Hilya juga memulai pameran tunggal. Dalam dunia fotografi, Alin memulai debutnya berpameran tunggal dengan eksplorasi fotografi PINHOLE. Anas Sangaji bawa Arduino ke pameran seni. Candice Jyotika Zue aktif di pameran inklusif anak-difabel Jakarta-UGM. Isabell Roses & Cailyn Bachumaira pameran Kids Biennale Indonesia di Galeri Nasional.

5. 2026 DAUN 22 Tahun: Samurai Jalu buka tahun dengan pameran tunggal “Mulai dari Rumah” di Sidoarjo, kolaborasi dengan dunia arsitektur. Aliya Murdoko dan Ariel Ramadhan semakin memantapkan pencapaiannya sebagai seniman muda. Regenerasi usia 5–9 tahun pameran tunggal. IMAGINE Pameran Karya dan Arsip di Galeri Prabangkara Taman Budaya Jawa Timur.

Dari advokasi lingkungan ke pendidikan karakter anak-anak melalui seni, Sanggar DAUN kini adalah ekosistem seni-sains-inklusi: anak Indonesia bicara ke dunia lewat lukisan, instalasi, kode, dan kurasi.

Informasi Pameran:    22 tahun Sanggar DAUN: IMAGINE ,  Pameran Karya dan Arsip , 25-30 April 2026    di Galeri Prabangkara Taman Budaya Jatim    Jl. Genteng Kali No.85, Genteng, Kec. Genteng, Surabaya   Kurator: Arik S. Wartono   Penulis: Henri Nurcahyo   Pembukaan: Sabtu, 25 April 2026, pk. 16.00 – 21.00 WIB

Pameran dibuka oleh Heti Palestina Yunani   Galeri lantai 2 buka setiap hari pk. 10.00-17.00 WIB    Narahubung: 08121630334   08158792959

Daftar Peserta Pameran Karya dan Arsip 22 tahun Sanggar DAUN, Let’s IMAGINE the Future Together:

1. Aazeen Eliza Gunawan (6 tahun, Jakarta, 2 karya)    2. Aisyah Hilya (10 tahun, Gresik, 3 karya)   3. Aliya Murdoko (16 tahun, Malang, 1 karya)   4. Annisa Nismara (11 tahun, Gresik, 3 karya)
5. Ariel Ramadhan (26 tahun, Surabaya, 1 karya)  6. Ayesha Sa’diyah Sangaji (5 tahun, Depok, 2 karya)  7. Azzahra Adiva (7 tahun, Surabaya, 3 karya)   8. Candice Jyotika Zue (7 tahun, Sidoarjo, 2 karya)  9. Glenys Cailyn Bachumaira (11 tahun, Gresik, 2 karya)

10. Isabell Roses (14 tahun, Gresik, 2 karya)   11. Kusuma Husna (9 tahun, Gresik, 1 karya)  12. Malya Sasmaya (17 tahun, Surabaya, 2 karya)  13. Pandu Panca Jayawardhana (7 tahun, Sidoarjo, 2 karya)  14. Prisha Pamungkas (9 tahun, Surabaya, 2 karya)  15. Raisha Riandra (14 tahun, Surabaya, 2 karya)   16. Runa Dhafira (14 tahun, Surabaya, 2 karya)

17. Samurai Jalu (12 tahun, Sidoarjo, 3 karya)  18. Shafa Prameswari (5 tahun, Surabaya, 3 karya)  19. Shafi Rahman (18 tahun, Surabaya, 1 karya  20. Thifalia Raudina Mahardya (21 tahun, Jakarta, 1 karya)  21. Zalfa Kusuma (5 tahun, Gresik, 2 karya)  22. Arik S. Wartono (Pendiri Sanggar DAUN, 1 karya)    Salam Budaya dari anak-anak DAUN !   Surabaya, 25 April 2026   Arik S. Wartono    (Pendiri Sanggar DAUN/Red)

You may also like

Leave a Comment