Home HomePeran Guru  Dalam Mengembangkan Dan Melanjutkan Amal Usaha Muhammdiyah 

Peran Guru  Dalam Mengembangkan Dan Melanjutkan Amal Usaha Muhammdiyah 

by sabda news

GRESIK, SabdaNews.com-Keluarga Besar SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik mengadakan kajian dan iftar Ramadan 1447 H di Aula H. Amanullah Adnan Jumat (6/3//2026)  Kajian itu mendatangkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik Prof. Dr. Syamsul Sodiq, M.Pd.

Prof Syamsul mengurai kajian yang akan disampaikannya dalam tiga topik (1) siswa inklusif dan progresif (peroleh pengetahuan dan instrumen transformasi sosial), (2) guru mulia (pengajar, pendidik, dan da’i/da’iyah), (3) penyelenggaraan bersinergi (kompetensi, konsisten, dan istiqamah).

Prof Syamsul mengungkapkan sekolah bukan tempat mendongengkan sejarah pengetahuan. Sekolah bukan tembok penjara. Dan sekolah bukan sarana pemanggungan kekuasaan (deployment of power) orang dewasa. Prof Syamsul mengungkapkan penelitian Tony Buzan bahwa penggunaan kreativitas semakin menurun dari Murid TK (95-98%), Murid SD (50-70%), Murid SMP/SMU/Mahasiswa (30-50%) dan Orang Dewasa < 20%

“Satu-satunya faktor terpenting yang mempengaruhi pembelajaran adalah apa yang sudah diketahui oleh pembelajar. Pastikan itu dan ajari dia sesuai dengan itu”.ujarnya menirukan
David Ausubel, tokoh terkemuka Meaningful Learning.  Prof Syamsul mengatakan a) mengajar adalah membimbing tahu dan hafal (hafalan).

b) Mengajar adalah memilih, mengorganisasikan, dan menggunakan materi secara induk berangkat dari kasus sederhana (student centered learning).

c) Merancang, memilih, dan menggunakan pengatur grafis (graphic organizer) dan alat bantu lain (SCL-Literasi).

d) Merancang, memilih, dan menggunakan teknik dan bentuk instrumen asesmen (authentic assessment).

Prof Syamsul mengungkapkan mendidik & Da’i/Da’iyah: Educare meletupkan dengan mensterilkan gulma.
– Teladankan cara berpikir detail (fakta-konsep), hindari globalis.
– Teladankan sikap serius karena “hidup adalah bertaruh” (filsafat ke-1).
– Teladankan bersikap terbuka-tidak angkuh atas kebenaran atau kesalahan orang lain (filsafat ke-2).
– Teladankan pendasaran kebenaran pada ilmu, bukan pada kesenangan dan kebiasaan yang turun-temurun (filsafat ke-3).
– Teladankan kebiasaan menggunakan akal untuk mengoreksi i’tiqod, keyakinan, tujuan, dan tingkah lakunya (filsafat ke-4)
– Teladan kan tidak mengerdilkan kebenaran karena takut ditinggal teman-temannya (filsafat ke-5).
– Teladankan pengorbanan harta, jiwa, raga untuk tergolongkannya umat dalam kebenaran, bukan justru memperalat kebodohan umat (filsafat ke-6).
– Teladankan pembelajaran ilmu dan amal dengan bertahap-konsisten (istiqamah) filsafat ke-7).
Teladankan sebagai penganut Islam yang baik.

“Ke-Islaman bukan hanya Allah ada di dalam jiwamu tetapi kehidupan Islam menjadi nyata melalui perilakumu.” Imbuhnya

Guru besar bahasa Indonesia di Unesa ini menambahkan mendidik & Da’i/Da’iyah di Muhammadiyah hendaknya :
– Ibadahnya bagus (Tajriid: taqlid ittiba’)
– Otaknya cerdas (Tajdiid: kreativitas, rahmat/hargai kemanusiaan)
– Tubuhnya sehat (Tajdiid: inovasi, kasih saying/hargai kemanusiaan)
– Akhlaqnya indah (Tajriid & Tajdiid)

Prof Syamsul juga berpesan adanya Sinergitas dalam penyelenggaraan pendidikan, penyelenggara sekolah sebagai penentu arah hendaknya :  – mengubah sikap kepenguasaan menjadi sikap pelayanan/pengabdian  – sekolah internasional/kader bukan sekolah ladang penghasilan

Penyelenggara menurut prof Syamsul merumuskan arah sekolah pada Visi pendirian. Visi dipahami sama sesama penyelenggara. Visi diyakini kebenarannya agar tumbuhkan cinta-semangat untuk mewujudkannya. Semua kesepakatan, rekam jejak teknis, wajib didokumentasikan dengan sistem dokumentasi yang disepakati. ( Kontributor Mahfudz Efendi/Red)

You may also like

Leave a Comment