GRESIK, SabdaNews.com– Suasana khidmat menyelimuti Masjid Siti Hajar Al Madinah KBD, Desa Petikan, Kecamatan Driyorejo, dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 H dan Silaturahim Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda Kabupaten Gresik, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahim sekaligus ruang refleksi pembangunan di bulan suci Ramadan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, beserta jajaran Forkopimda dan para kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik.
Dalam sambutannya, Bupati Yani mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat rasa syukur, terlebih bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi Gresik ke-539. “Alhamdulillah, dalam rangka silaturahim ini mudah-mudahan kita semua menjadi umat yang pandai dalam menikmati rasa syukur. Dan juga mudah-mudahan di momen Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Gresik yang ke-52 dan Hari Jadi Gresik yang ke-539 ini, mudah-mudahan Gresik semakin berkah, Indonesia semakin jaya dan semakin aman,” ujar Bupati Yani.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika global. “Jika melihat berita belakangan, peristiwa yang terjadi adalah perang. Ini yang harus kita syukuri, bahwa daerah kita masih dalam keadaan aman dan kondusif,” tuturnya. Bupati Yani juga menyinggung wilayah Driyorejo sebagai kawasan strategis perbatasan dengan Surabaya yang berkembang pesat dan memiliki banyak industri. Menurutnya, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat.
“Driyorejo adalah salah satu wilayah perbatasan dengan Surabaya. Semoga semakin maju. Isunya adalah banjir dan jalan JPD. Dua hal tersebut, itu telah menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya. Di tengah geliat industri yang terus berkembang, Bupati Yani juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi masyarakat agar mampu menangkap peluang kerja.
“Dan yang perlu dipikirkan lagi adalah banyaknya industri. Artinya kesempatan kerja dengan kompetensi yang ada harus diimbangi. Pelatihan-pelatihan itu juga perlu didorong, supaya masyarakat punya kesiapan dan daya saing,” tegasnya. Turut hadir sejumlah tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren, di antaranya KH. Nurhuddin (Rois Syuriah MWCNU), KH. Mashuri Abdurrohim (Ponpes Al-Furqon), KH. Ali Ayyubi (Ponpes Mulung), serta Ust. Khoiruddin (Ketua MUI Driyorejo). Hadir pula Camat Driyorejo Muhammad Amri beserta jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat. (lim/Red)
