Home RELIGISinergi Lintas Generasi: Saat Remaja SMA Menjadi Jembatan Al-Qur’an bagi Lansia di Gresik

Sinergi Lintas Generasi: Saat Remaja SMA Menjadi Jembatan Al-Qur’an bagi Lansia di Gresik

by sabda news

GRESIK ,SabdaNews.com– Ada pemandangan yang menyentuh hati di Masjid Nurul Huda, Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Beberapa siswa yang tergabung dalam Quran Volun-teen Squads tampak sabar mendampingi para ibu lansia belajar mengeja huruf-huruf hijaiyah. Gerakan ini merupakan inisiasi kreatif dari SMA Hidayatus Salam Lowayu Dukun Gresik untuk menjawab kurangnya tenaga pengajar Al-Qur’an bagi kalangan lanjut usia.

Bukan Sekadar Mengajar, Tapi Berbagi Kebaikan   Program ini merupakan bagian dari gerakan besar sekolah bertajuk Smahits Kindness Sharing. Kepala SMA Hidayatus Salam, Moh. Atho’ Illah, S.Pd, menegaskan bahwa pendidikan di sekolahnya tidak boleh berhenti di dalam kelas saja.  “Program ini adalah wujud nyata di mana sekolah tidak hanya sekedar memberi bekal ilmu dan keterampilan ke siswa, tapi juga mengajak mereka berbagi kebaikan dengan mengamalkan ilmunya langsung kepada masyarakat,” ungkap beliau.

Persiapan Matang Sebelum Terjun ke Lapangan
Menghadapi bapak ibu usia lansia tentu bukan perkara mudah. Oleh karena itu, para siswa yang tergabung dalam Quran Volun-teen Squads ini telah melalui masa pembinaan intensif di sekolah. Mereka tidak hanya dimatangkan bacaan Al-Qur’annya, tetapi juga dibekali dengan:
• Keterampilan Mengajar: Metode khusus agar mudah diterima lansia.
• Kesiapan Mental: Membangun rasa sabar dan rendah hati.
• Psikologi Lansia: Memahami karakter dan cara berkomunikasi yang santun dengan orang tua.
• Simulasi: Layaknya ujian nasional, para siswa menjalani ” Simulasi” mengajar di sekolah. Mereka diuji kemampuannya dalam menghadapi berbagai karakter belajar lansia guna memastikan pendampingan di lapangan dapat berjalan dengan baik dan menyenangkan.

Menjawab Keresahan di Desa
Lahirnya Quran Volun-teen Squads bukan tanpa alasan. Saat ini, antusiasme lansia di berbagai desa untuk kembali belajar Al-Qur’an sedang meningkat pesat. Namun, jumlah pengajar di majelis-majelis tersebut seringkali tidak sebanding dengan banyaknya jamaah.  Melihat kondisi tersebut, SMA Hidayatus Salam bergerak cepat menjalin kolaborasi dengan Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (BKMM) Masjid Nurul Huda Lowayu. Para siswa hadir sebagai solusi untuk membantu untuk menjadi tenaga pengajar sekaligus melatih kepekaan sosial mereka terhadap kondisi lingkungan sekitar.  Program ini mendapat sambutan hangat dari Ketua BKMM, Ibu Hj. Nazilah, beliau memberikan pujian tinggi atas inisiatif ini.
“Pendidikan karakter yang luar biasa dari SMA Hidayatus Salam. Semoga anak-anak bisa berproses dengan baik menjadi insan kamil di masa depan,” tuturnya dengan penuh harap.

Harapan di Masa Depan   Sebagai pembina program, Ibu Nikmatul Akhiroh, S.Pd menaruh harapan besar agar gerakan ini tidak berhenti di satu titik saja. Beliau berharap program ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya.  “Harapan saya, ke depan semakin banyak siswa yang tergerak menjadi volunteer. Kami ingin melebarkan sayap kemanfaatan ini ke daerah-daerah lain, sehingga semangat membumikan Al-Qur’an ini bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat luas,” tutur Ibu Nikmatul.

Dengan adanya Quran Volun-teen Squads, SMA Hidayatus Salam membuktikan bahwa menjadi keren di masa kini bukan hanya soal gaya, tapi soal seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada sesama.  Melalui Quran Volun-teen Squads, para siswa membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk memberikan pengabdian, dan masa tua bukanlah hambatan untuk terus belajar Al-Qur’an.  (Tim Literasi Smahits/Red)

You may also like

Leave a Comment