Home KESRAMahasiswa KKN UM Gresik Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bangeran Wujudkan Lingkungan Sehat Lewat Penanaman TOGA.

Mahasiswa KKN UM Gresik Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bangeran Wujudkan Lingkungan Sehat Lewat Penanaman TOGA.

by sabda news

MOJOKERTO, SabdaNews.com- Lima mahasiswa Kulih Kerja Nyata dari Universitas Muhammadiyah Gresik ( UM Gresik) kembali menginjakkan kaki di desa Bangeran Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto Rabu (18/2/2026).  Kelima mahasiswa KKN itu mewakili 15 temannya dari kelompok 1 yang sudah melakukan program kerja penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama ibu-ibu PKK Desa Bangeran.  Mereka melihat dan memeriksa tanaman-tanaman obat yang telah mereka tanam pada Ahad (15/2/2026) lalu sebagai salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN UM Gresik itu.

Pada Ahad kemarin kelimabelas mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Hafis Hakim, Imanda Niti Agustina, Ayu Nur Mauliddah, Anya Ramadhani Syafi, Sanya Najwa Arsyad, Dwilaili Fitriya Handayani, Sinta Wakhidah, Ahmad Gafan Abdillah, Muhammad Ilham Febriyanto, Rifki Putra Ramadhani, VIivi Mayangsari,Adinda Cahyafitriani, Rizki Kurniawan Firmansyah, dan Dewi Dewanti Subrata yang tergabung sebagai mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik Kelompok 01 Desa Bangeran itu bersama ibu-ibu PKK menggelar kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya mendorong pola hidup sehat dan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan.

Sebagai ketua krlompok Muhammad Hafis Hakim yang biasa dipanggil hafis ini memaparkan bahwa program penanaman TOGA tersebut berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui konsep KKN berdampak dengan memanfaatkan potensi lokal menuju desa mandiri. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tanaman herbal sebagai alternatif solusi kesehatan berbasis keluarga.

Ia melanjutkan penanaman TOGA dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan partisipasi aktif ibu-ibu PKK.  “Sejumlah tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, kumis kucing, daun salam, sirih hijau dan sirih merah, serta berbagai jenis tanaman herbal lainnya ditanam di lokasi yang telah disiapkan” Lanjutnya. Selain penanaman tambah Hafiz mahasiswa KKN juga memberikan edukasi singkat mengenai manfaat tanaman TOGA serta cara perawatan yang mudah agar dapat tumbuh optimal dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Hal itu yang dilakukan mereka berlima hari ini.

Hafiz menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang hijau dan asri, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Dengan adanya kebun TOGA, warga diharapkan dapat mengenali dan memanfaatkan tanaman obat sebagai langkah pencegahan penyakit ringan di tingkat rumah tangga.  Hafiz mengenang ahad kemarin antusiasme ibu-ibu PKK terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Salah satu perwakilan ibu PKK Desa Bangeran Fina, mengaku senang dengan adanya kegiatan penanaman TOGA tersebut.  “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain lingkungan jadi lebih hijau dan rapi, tanaman TOGA juga bisa langsung dimanfaatkan oleh keluarga untuk menjaga kesehatan sehari-hari. Kami berharap kebun TOGA ini bisa terus dirawat bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 01 Desa Bangeran, Dr. Noor Amirudin, S Pd.I., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan program penanaman TOGA yang dinilai selaras dengan tujuan KKN berdampak. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata peran mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.  “Program penanaman TOGA ini diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Selain bermanfaat bagi kesehatan, kegiatan ini juga menjadi langkah awal membangun kesadaran hidup sehat berbasis kearifan lokal,” ungkap ustadz Amir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Bangeran dapat terus merawat dan mengembangkan kebun TOGA sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Sinergi antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK diharapkan mampu memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan desa yang mandiri dan berkelanjutan. ( Kontributor : Dewi Dewanti Subrata/Red)

You may also like

Leave a Comment