Home KESRAGus Fawait Berharap RS Milik Pemprov Jatim Bisa Cegah WNI Berobat ke LN

Gus Fawait Berharap RS Milik Pemprov Jatim Bisa Cegah WNI Berobat ke LN

by Redaksi

SabdaNews.com – Rendahnya kepercayaan masyarakat kelas menangah ke atas terhadap layanan kesehatan di dalam negeri, nampaknya mendapat sorotan tajam dari Presiden RI Joko Widodo.

Berdasarkan data, kurang lebih ada 2 juta Warga Negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri. Seperti ke Malaysia dan  Singapura (750.000) serta sisanya ke Jepang, Jerman, Eropa maupun Amerika Serikat.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim Muhammad Fawait menjelaskan, bahwa berdasarkan apa yang disampaikan Presiden Jokowi, ada sekitar Rp 165 triliun Capital Outflow atau aliran modal yang keluar negeri karena berobat ke luar negeri. Padahal itu merupakan sebuah peluang devisa bagi Indonesia.

“Tentu apa yang disampaikan Presiden itu adalah tamparan buat kita semua untuk menjadi bahan introspeksi dan sekaligus peluang yang harus kita tangkap,” kata politikus asal Jember, Rabu (22/3/2023).

Fraksi Partai Gerindra mendorong Pemprov Jatim memanfaatkan peluang tersebut dengan  merapatkan barisan untuk menangkap potensi yang hilang tersebut. Mengingat, Jatim punya fasilitas layanab kesehatan yang bagus, SDM dokter juga tidak kalah dengan dokter yang ada di Malaysia, maupun di Singapura.

“Untuk fasilitas alat kesehatan dan SDM dokter, kita tidak kalah dengan yang ada di Malaysia atau Singapura. Tapi kenapa masyarakat Indonesia termasuk asal Jatim yang justru memilih berobat ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” sindir Gus Fawait sapaan akrabnya.

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini menduga penyebab utamanya adalah soal  pelayanan pasien yang lebih pasti dan waktunya terukur, serta birokrasinya tidak bertele dan tarifnya lebih murah.

“Saya punya saudara sakit komplikasi jantung, justru memilih berobat ke Malaysia karena dinilai lebih murah dan waktunya lebih cepat. Begitu juga pengalaman dari beberapa orang yang pernah berobat ke negara tetangga,” ungkap Gus Fawait.

Yang perlu dicontoh dari negeri tetangga, lanjut Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim, layanan kesehatan juga dikoneksikan dengan pariwisata.

“Ada paket wisata di Malaysia di Singapura. Jadi orang yang mau berobat sekalipun adalah bagian dari paket wisata. Tentu ini terobosan-terobosan yang patut ditiru oleh Rumah Sakit milik Pemprov Jatim,” harapnya.

Ia optimis jika Jatim bisa mengambil peluang layanan kesehatan dari WNI yang biasa berobat ke luar negeri. Asal, pelayanan diperbaiki dan tarifnya bisa bersaing bahkan lebih murah serta ditambah inovasi yang lebih menarik bagi pasien dan keluarganya.

“Ini menjadi poin-poin yang harus kita pecahkan bersama. Makanya kita mendorong pemprov lewat dinas kesehatan Jatim untuk memecahkan masalah ini sehingga ke depan WNi yang berobat ke luar negeri bisa berkurang,”  jelas Gus Fawait.

“Saya juga berharap Dinkes berkolaborasi  dengan dinas pariwisata, agar orang yang memerlukan layanan kesehatan juga bisa menikmati wisata di Jatim,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut Gus Fawait destinasi wisata yang dimiliki Jatim jauh lebih baik, seperti wisata religi banyak makam wali, makam Kyai, ulama yang disegani oleh orang Jatim.

“Orang luar Jatim bahkan orang luar negeri, nggak punya destinasi seperti kita miliki, tentu mereka akan tertarik,” pungkasnya. (tis).

 

You may also like

Leave a Comment