GRESIK, SabdaNews.com- Kegiatan Karnaval pada pagi ini mengusung tema “Karnaval Budaya Indonesia — Bersatu dalam Keberagaman, Melestarikan Budaya, Menginspirasi Dunia”.Kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan tahunan dalam rangka Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), tetapi menjadi momentum pendidikan karakter bagi peserta didik untuk mengenal, mencintai, dan menghargai kekayaan budaya Indonesia. Sejak pagi, halaman sekolah telah dipenuhi keceriaan peserta karnaval. Para siswa tampil dengan beragam busana tradisional, modern hingga bernuansa Eropa.
Aneka warna dan corak pakaian berpadu dengan senyum serta semangat anak-anak, menciptakan sebuah pertunjukan budaya yang begitu mempesona. Menariknya, kemeriahan tidak hanya datang dari peserta didik dan bapak/ibu guru. Namun Ibu-ibu paguyuban wali murid kelas 1 hingga kelas 6 turut ambil bagian mendampingi putra-putrinya. Para wali murid tampil mengenakan pakaian adat Nusantara mengikuti putra-putrinya berdasarkan baju adat yang sudah ditentukan panitia dengan pembagian baju adat sebagai berikut : Guru dan Staf memakai baju adat Palembang, Kelas 1 memakai baju adat Minangkabau, Kelas 2 memakai baju adat Medan /Batak, Kelas 3 memakai baju adat Papua, Kelas 4 memakai baju adat Jawa, Kelas 5 memakai baju adat Dayak / Kalimantan dan Kelas 6 memakai baju adat Bali .
Pemandangan tersebut seolah menjadi miniatur Indonesia. Beragam suku, pakaian dan budaya berjalan berdampingan dalam satu barisan. Perbedaan tidak menjadi sekat, justru menjadi keindahan yang memperkuat persatuan. Dalam Kegiatan Karnaval mengambil rute dari Halaman UPT SD Negeri 273 Gresik, kemudian bergerak ke utara menuju Gapura Desa Babakbawo. Setelah itu peserta berbalik menuju selatan, masuk Gang R.09, RT.10, kemudian berjalan ke utara melalui poros jalan tengah hingga kembali dan finis di halaman sekolah.
Sepanjang perjalanan, rombongan karnaval disambut antusias oleh warga. Masyarakat tampak memenuhi sejumlah gang dan titik-titik jalan untuk menyaksikan penampilan para siswa, guru serta wali murid. Tepuk tangan, senyum dan acungan jempol. Bagi anak-anak, pengalaman tersebut menjadi kenangan sepanjang hayat yang tidak mudah dilupakan dalam kehidupannya Kepala UPT SD Negeri 273 Gresik, Mushlikh, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik serta wali murid yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami atas nama Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru, wali murid dan seluruh peserta didik atas semangat yang luar biasa dalam menyukseskan kegiatan karnaval pagi ini,” ungkapnya. Lebih lanjut, Beliau mengatakan, “kegiatan karnaval ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air atau patriotisme kepada generasi penerus bangsa.Kegiatan ini bukan sekadar ceremonial PHBN, tetapi sebagai bentuk edukasi bagi anak-anak didik agar tumbuh rasa cinta tanah air, memiliki jiwa patriotisme, serta menghormati jasa-jasa para pendiri bangsa (the founding fathers) yang telah mengorbankan jiwa, raga dan harta dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. “Karnaval Budaya merupakan agenda PHBN yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Namun, menurutnya, pelaksanaan tahun ini memiliki kesan tersendiri. “Kegiatan karnaval ini merupakan kegiatan PHBN rutinitas setiap tahun sekolah. Namun kegiatan karnaval pada tahun ini benar-benar penuh pesona, haru dan menghibur warga Desa Babakbawo yang begitu antusias menonton di setiap gang dan lingkungan RT masing-masing.
Kepala UPT SD Negeri 273 Gresik juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para donatur dan dermawan yang telah memberikan dukungan, di antaranya Bapak Khamim Thohir, S.Pd.I. (Kepala Desa Babakbawo), Bapak Pain (Pengusaha Bahan Material), Bapak Suhel (Pengusaha Gabah), Bapak Shokib (Bos Pengusaha Pupuk Babakbawo), Ibu Hj. Kiswatun (Pengusaha Gabah), Abdul Ghofur ( Peternak ayam Potong) Abah H. Bonasir (Warkop Legendaris Babakbakbawo), Ibu Sulfiatin dan Ibu Bayyinatun Mazidah.
“Tanpa partisipasi Bapak/Ibu dan saudara semua, kegiatan ini tidak akan semeriah, semarak dan mengharukan seperti ini. Kami berdoa semoga amal dan kebaikan Bapak/Ibu diterima Allah SWT dan dibalas dengan kelancaran rezeki, kesehatan, panjang umur serta kemudahan dalam segala urusan,” tutur Bapak Mushlikh. Ia juga berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Insya Allah, tahun depan kami akan berupaya keras meningkatkan kegiatan semacam ini agar dapat berlangsung lebih semarak, lebih kreatif dan lebih memberikan manfaat bagi anak-anak serta masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Karnaval ini dilanjutkan dengan undian berhadiah atau door prize. Puluhan hadiah gembira disiapkan panitia bagi peserta. Di samping juga sejumlah hadiah utama turut menambah antusiasme peserta, di antaranya kipas angin duduk, kipas angin berdiri, setrika, kompor gas, dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Suasana penuh kegembiraan pun semakin terasa ketika nama-nama pemenang dipanggil. Sorak dan tepuk tangan terdengar dari peserta yang menunggu keberuntungan masing-masing. Kegiatan akhirnya berlangsung lancar, sukses dan penuh kebahagiaan. raut wajah ceria terpancar dari anak-anak didik maupun para wali murid yang mengikuti seluruh rangkaian acara. Sebagian peserta pulang membawa hadiah. Namun sesungguhnya, seluruh peserta membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: kenangan tentang kebersamaan, persaudaraan dan cinta terhadap Keberagaman Budaya Bangsa Indonesia. (Mushlikh/Red)
