GRESIK, SabdaNews.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik menggelar Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan I pada 22–26 Juli 2026 di Hotel Horison GKB, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan kaderisasi tingkat menengah ini diikuti 72 peserta yang berasal dari berbagai daerah dan unsur di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ketua PCNU Gresik, Dr. Mulyadi, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya PMKNU Angkatan I. Menurutnya, pelaksanaan pelatihan sempat menghadapi tantangan karena peserta harus mengikuti kegiatan secara penuh selama lima hari dengan kontribusi sebesar Rp3 juta.
“Alhamdulillah, pelatihan ini diikuti 72 peserta. Dari unsur internal PCNU, pengurus badan otonom (Banom) dan lembaga NU ada lima orang. Kemudian MWCNU mengirimkan 36 orang, ditambah peserta dari PBNU serta PCNU Babat, Tuban, dan Lamongan,” terang Kiai Mulyadi. Ia meyakini kelancaran pelaksanaan PMKNU merupakan keberkahan dari para ulama yang sanad perjuangannya bersambung hingga Rasulullah saw. Padahal, pada awal persiapan sempat muncul kekhawatiran jumlah peserta tidak memenuhi target.
“Selama lima hari ke depan Anda akan ditempa langsung oleh para instruktur dari PBNU. Ending-nya adalah Yadullah ma’al jamaah. Kita akan melepaskan identitas masing-masing dan membangun semangat kolektif-kolegial untuk membersamai umat di wilayah masing-masing. Di mana pun dan pada posisi apa pun, yang terpenting adalah pengabdian dalam rangka tabarruk,” imbuhnya. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta berbagai pihak yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan PMKNU Angkatan I.
Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, yang hadir dalam pembukaan turut mengapresiasi PCNU Gresik atas terselenggaranya PMKNU. Menurutnya, tidak mudah mengajak seseorang mengikuti pelatihan kepemimpinan selama lima hari dengan biaya yang tidak sedikit. “Nyambung yang disampaikan Kiai Mul, mboten gampang niki ngengken tiyang top-top. Gangsal dinten—telung juta. Ikut sekolah. Niki top. Panitiane niki wiridan terus niki. Luar biasa. Kulo dungaaken sehat wal afiat nggih,” ucap Gus Yani.
Dalam sambutannya, Gus Yani juga berbagi pengalaman saat mengikuti pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri selama tiga bulan. Satu bulan diikuti di Gedung Lemhannas Jakarta dan dua bulan berikutnya di National University of Singapore (NUS). “Belajar tentang apa pun, mulai geopolitik, inovasi teknologi, hingga infrastruktur. Pulang dari sana rasanya ingin menerapkan semua ilmu yang didapat. Ilmunya sangat banyak. Itu yang saya rasakan,” tuturnya, memotivasi para peserta PMKNU.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, mengajak seluruh peserta merenungkan kembali sejarah panjang perjuangan Nahdlatul Ulama sebagaimana tertuang dalam salah satu karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang ditulis pada 1921. Dalam paparannya, kiai yang akrab disapa Gus Kikin itu menjelaskan bahwa kelahiran Nahdlatul Ulama pada 1926 dilandasi semangat membangun persatuan berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah. “NU lahir tahun 1926 dengan tujuan membangun persatuan berbasis Ahlussunnah wal Jamaah, yang menjaga keseimbangan lahir dan batin, serta keseimbangan antara aspek kognitif dan afektif,” jelas Gus Kikin.
Ia berharap PMKNU mampu melahirkan kader-kader pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan spiritual dan sosial. “Banyak hal yang harus kita pikirkan, banyak hal yang harus kita lakukan. Dan yang paling utama adalah bagaimana membangun ukhuwah. Wa’tashimu bihablillahi jami’an wa la tafarraqu, Itulah menu utama dalam pendirian Nahdlatul Ulama saat itu,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK), KH Masyhuri Malik, memberikan apresiasi kepada PCNU Gresik yang dinilainya konsisten dalam penguatan kaderisasi. Ia mengingat kembali bahwa sekitar 12 tahun lalu PCNU Gresik menjadi salah satu cabang pertama di Jawa Timur yang menindaklanjuti sistem kaderisasi PBNU yang dimulai pada 2010–2011 di Rengasdengklok.
Koordinator Kaderisasi PMKNU PBNU tersebut juga mengulas gagasan KH Sahal Mahfudz tentang pentingnya kaderisasi dalam menjawab tantangan keislaman, kebangsaan, sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para muassis Nahdlatul Ulama. Kepada peserta, Kiai Masyhuri mengungkap secara gamblang tujuan kaderisasi yang digagas Mbah Sahal. “Kita semua datang ke sini adalah bagian dari membayar utang atas nikmat-nikmat yang telah kita terima. Bagian dari membayar utang kepada Mbah Hasyim, Mbah Wahab, dan para pendiri Nahdlatul Ulama,” tutur Kiai Masyhuri.
Ia menegaskan bahwa sesungguhnya warga Nahdliyin-lah yang membutuhkan NU. Karena itu, membesarkan NU berarti ikut membesarkan Indonesia sekaligus melanjutkan amanah para pendiri. PMKNU Angkatan I PCNU Gresik secara resmi dibuka oleh KH Masyhuri Malik. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta PMKNU oleh Ketua PBNU KH Miftah Faqih, Gus Kikin dan Kiai Mulyadi, sebagai simbol dimulainya proses kaderisasi kepemimpinan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Gresik. ( Sumber : NUGres/Lim/Red)
