TKD Jatim Gelar Doa Lintas Agama Untuk Pemilu Damai dan Aman

– Makhfud : Yang juara itu pasti nomor satuSabdaNews.com – Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin Provinsi Jawa Timur menggelar doa bersama lintas agama untuk mendoakan pelaksanaan pemilihan umum 17 April 2019 berjalan dengan aman dan damai. Kegiatan mengisi masa tenang ini dilaksanakan di Posko TKD Jatim jalan Basuki Rahmat Surabaya, Senin (15/4/2019) malam. Kegiatan doa bersama dimulai dengan Sholat Maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan istighotsah, pembacaan surat Yasin dan Tahlil dipimpin KH Drs Ahmad Suyanto, selaku Ketum Forum Lintas Agama Jatim. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dari tokoh lintas agama yang hadir. Diantaranya,Pdt Simon Filantropa (Kristen), Pdt Edy Sunarko (Yayasan Pondok Kasih), Madikin (Sapto Darmo),Romo Alfian (Budha), I Wayan (Ketua Parisada Hindu Surabaya) dan Bingki Irawan (Konghuchu).Sementara itu, Ketua. TKD Jokowi-KH Ma’ruf Amin Jatim, Irjen Pol (Purn) Makhfud Arifin mengatakan bahwa semua usaha dan ikhtiar sudah dilakukan TKD bersama elemen relawan dan parpol pengusung untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01.”Ikhtiar sudah kita lakukan semaksimal mungkin. Sekarang tinggal kita berdoa supaya apa yang telah dilakukan diridhoi Allah dan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin diberi kemenangan di Pilpres nanti,” ujar Makhfud Arifin. Khusus untuk persiapan proses pemungutan suara pada 17 April 2019, lanjut Makhfud pihaknya sudah menyiapkan koordinator mulai tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga desa/ kelurahan. Bahkan untuk saksi di seluruh TPS yang ada di wilayah Jatim juga sudah siap. “Di setiap TPS, kita siapkan dua orang saksi khusus untuk Pilpres, ” dalih mantan Kapolda Jatim ini. Ia optimis pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jatim bisa menang dan mendapatkan suara kisaran 65-70 persen. Sedangkan untuk nasional perolehan suara pasangan 01 dikisaran 58-65 persen. Makhfud juga mengingatkan bahwa Pilpres 2019 ini hanya diikuti dua pasangan calon sehingga jika diibaratkan pertandingan sepakbola itu sudah masuk babak final, sehingga pasti ada yang menang dan kalah. Sebab kalau hasilnya draw akan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu atau adu pinalty. “Yang menang itu pasti nomor satu, dan nomor dua itu pasti yang kalah di final. Gak usah repot-repot,” kelakar pria murah senyum ini. (tis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *