GRESIK, SabdaNews.com – Pemerintah Desa Pengalangan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur mengembangkan tanah khas Desa (TKD) dengan tanaman tembakau. Kegiatan tersebut diharapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kepala Desa Pengalangan, Ahyar Abdul Mutholib mengatakan, pengembangan tanaman tembakau di musim kemarau ini melibatkan para petani di Desa.
Total lahan pertanian yang ditanam tembakau seluas 8 hektar lebih. Sehingga, banyak petani dan pekerja tani bisa meningkatkan pendapatan dari bertanam tembakau di musim kemarau. “Ini sudah berlangsung selama tiga tahun ini. Alhamdulillah, bisa meningkatkan pendapatan petani dan membuk lapangan kerja baru bagi buruh tani,” kata Ahyar Abdul Mutholib, Kamis (13/11/2025).
Lebih lanjut Ahyar menambahkan, dari luasnya lahan pertanian yang ditanam tembakau. Para petani menjual tembakau secara dikeringkan, sehingga harganya sangat mahal. Perkilogram mencapai Rp 48.000. Oleh karena itu, Ahyar berharap, para petani bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pengalangan dapat bersama-sama untuk terus bertanam tembakau di musim kemarau.
“Biasanya, kalau setelah tanam padi. Itu ditanam jagung atau kangkung. Tiga tahun ini kita ajak Bumdes bersama petani untuk bertanam tembakau. Ini juga melakukan studi tiru di Kecamatan Balongpanggang,” imbuhnya.
Selain itu, Ahyar menambahkan, selama bertanam tembakau, para petani juga mendapat pendampingan dan pengarahan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. “Para petani dapat pendampingan dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sehingga, program bertanam tembakau ini bisa meningkatkan pendapatan petani dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga bisa mengurangi pengangguran,” katanya.(lim/Red)
