Home Berita PT Orela Shipyard Luncurkan “SINALA” Energi Surya Terapung untuk Nelayan Ngemboh Ujungpangkah

 PT Orela Shipyard Luncurkan “SINALA” Energi Surya Terapung untuk Nelayan Ngemboh Ujungpangkah

by sabda news

GRESIK,SabdaNews.com – PT Orela Shipyard bersama Asian Development Bank (ADB), ELPIREL, dan peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya resmi meluncurkan “Ceremony Soft Launching SINALA (Sinar Alam Laut)” pada 26 November 2025 di Desa Ngemboh, Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Program ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan energi bersih melalui pemasangan panel surya terapung yang difokuskan untuk penerangan keramba ikan, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.

SINALA merupakan inovasi unggulan PT Orela Shipyard yang memadukan teknologi Floating Photovoltaic (FPV) dengan sistem Internet of Things (IoT). Energi listrik yang dihasilkan mencapai kapasitas 3 kWh per hari dan dimanfaatkan untuk dua fungsi utama: mengoperasikan Lamusa, lampu hemat energi yang mampu menarik plankton sebagai pakan alami ikan, serta mendukung sistem IoT yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian perangkat secara otomatis melalui ponsel pintar.

Selain menghadirkan teknologi ramah lingkungan, SINALA juga terbukti memberikan efisiensi biaya operasional yang signifikan bagi nelayan. Berdasarkan perhitungan, penggunaan genset untuk penerangan keramba membutuhkan konsumsi solar sebesar 14,4 liter per malam atau setara Rp 223.200. Jika dihitung selama satu bulan, biaya operasional mencapai Rp 6.696.000. Dengan SINALA, biaya bahan bakar menjadi nol, sementara biaya pemeliharaan bulanan hanya sekitar Rp 100.000. Artinya, nelayan dapat menghemat hingga Rp 6.596.000 per bulan. Penghematan ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi energi bersih tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Peneliti ITS, Dr. Erna Setyaningrum, menuturkan bahwa ide ini lahir dari kebutuhan mendesak nelayan terhadap sumber energi alternatif. “Inovasi ini berawal dari tingginya kebutuhan operasional melaut yang selama ini bergantung pada solar. SINALA menjadi implementasi awal yang diharapkan terus berkembang sebagai bentuk kepedulian PT Orela terhadap masyarakat pesisir,” jelasnya.

Perwakilan PT Orela Shipyard, Dr. Soegeng Riyadi ST. MT. MRINA, menekankan bahwa riset ini telah berjalan selama lima tahun bersama ITS di berbagai daerah di Indonesia. “Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat teknologi sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi. SINALA adalah hasil sinergi antara ORELA, ADB, dan ITS. Ke depan, program ini akan diperluas ke wilayah lain, dan kami berharap dukungan dari banyak pihak agar semakin kuat. Kami juga berharap langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Ngemboh, Ana Muslihah, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya teknologi ini. “Kami berterima kasih kepada PT Orela dan para peneliti ITS atas inovasi yang akan banyak membantu para nelayan. Harapan kami, program ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Camat Ujungpangkah, Shofwan Hadi, S.Ag., M.MB., turut memberikan apresiasi atas terobosan tersebut. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Orela dan ITS karena telah menghadirkan SINALA yang berdampak positif bagi masyarakat. Kami berharap sinergi antara masyarakat, pengusaha, dan media terus terjalin sehingga kedepannya dapat berjalan beriringan menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Acara soft launching ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, peneliti ITS, Ketua Himpunan Nelayan, masyarakat Desa Ngemboh, serta Bumdes setempat. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan penuh terhadap program energi bersih yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan produktivitas perikanan dan kesejahteraan nelayan. (Telisik Hati/Red)

You may also like

Leave a Comment