Home KESRAPraktik Pembuatan Telur Asin di SD Almadany Bentuk Pelaksanaan Kurikum Merdeka

Praktik Pembuatan Telur Asin di SD Almadany Bentuk Pelaksanaan Kurikum Merdeka

by sabda news

GRESIK, SabdaNews.com- Kegiatan proyek pembuatan telur asin dilakukan siswa kelas VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik Jum’at (23/1/2026).  Proyek ini sebagai salah satu kegiatan kokurikuler di sekolah alam yang memiliki tagline school of experiences ini.  “Adanya penggantian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan kokurikuler ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025″ Ujar Kepala SD Almadany Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd.

Lilik menambahkan proyek ini juga menjadi aplikasi program STEM. Yaitu adalah pendekatan belajar yang menggabungkan Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika untuk melatih murid berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah nyata.  Terkait hal itu siswa kelas VI SD Almadany mempraktikkan pembuatan telur asin sebagai bagian dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

Salah satu pembimbing kelas, Nur Aini S.Pd.,M.Pd. menyampaikan tujuan kegiatan ini,” Praktik ini dimasukkan dalam kurikulum sebagai bagian dari pembelajaran praktis atau keterampilan yang relevan dengan kebutuhan lokal atau program sekolah dalam melibatkan siswa dalam kegiatan yang berbasis pada pengalaman langsung”ujar mantan KS Almadany di periode sebelumnya ini.  Dia menambahkan kegiatan semacam itu dapat memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi siswa, termasuk pembelajaran tentang proses pembuatan makanan dan keterampilan praktis lainnya.

Sementara itu, pendamping lainnya Shinta Lailatul Rizka, S.Pd menyatakan kegiatan pembuatan telur asin ini juga memperkenalkan siswa pada keterampilan praktis, sains, atau keterampilan kehidupan sehari-hari. Ini bisa menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memberikan pendidikan yang lebih holistik dan terintegrasi, di mana siswa tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga dari pengalaman langsung.

“Praktik seperti ini juga dapat mengajarkan siswa tentang nilai-nilai seperti kerja sama, kebersamaan, dan tanggung jawab.”kata guru Ilmu Pengetahuan dan Sosial kelas VI ini.  Kegiatan program kokurikuler kelas VI ini dipandu oleh Mahfudz Efendi, S.Pd.,Gr.,M.M., Nur Aini, S.Pd.,M.Pd., Shinta Lailatul Rizka, S.Pd. dan Samsudin, S.Pd.  Praktik yang disukai siswa  Pagi seusai senam anak Indonesia hebat, siswa kelas VI membawa peralatan setiap siswa membawa 3 butir telur bebek segar, batu bata, garam kasar dan wadah plastik thinwall.

Pertama yang dilakukan, siswa mencuci telur bebek hingga bersih untuk menghilangkan kotoran. Ada yang menggunakan tangan, ada pula yang menggunakan spons lembut agar tidak merusak cangkang telur. Setelah itu, keringkan telur dengan kain bersih.

Langkah berikutnya menumbuk baru bata hingga lembut, setelah lembut siswa menuangkan garam dan mencampurkannya dengan air.  Siswa kemudian mengambil satu persatu telur dan melapisi seluruh permukaannya dengan adonan batu bata. Mereka memastikan semua bagian tertutup sempurna agar proses pengasinan merata.

Langkah terakhir adalah menyusun telur yang sudah dilapisi adonan baru bata dan garam dalam wadah plastik thinwall.  Siswa menutup wadah agar adonan tidak mengering lalu menyimpan di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.  Selanjutnya menunggu proses pengasingan 2 pekan ke depan. (Kontributor Mahfudz Efendi/Red)

You may also like

Leave a Comment