Home PEMBANGUNANPolitikus Muda PKB Ingatkan PR Besar di Periode Pertama Khofifah-Emil

Politikus Muda PKB Ingatkan PR Besar di Periode Pertama Khofifah-Emil

by Redaksi

SabdaNews.com – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Ibnu Alfandy mengingatkan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih agar menyelesaikan PR (Pekerjaan Rumah) saat memimpin Provinsi Jatim di periode kedua mendatang.

Seperti diketahui, DPRD Jatim telah mengumumkan pasangan Khofifah-Emil sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2025-2030 pada rapat paripurna, Sabtu (8/2/2025) lalu.

Ibnu Alfandi juga mengucapkan selamat atas penetapan pasangan Khofifah-Emil sebagai pemimpin Jatim berdasar hasil rekapitulasi penghitungan suara di KPU Jatim pada Pilgub Jatim Tahun 2024.

Kendati demikian ia tetap mengingatkan akan PR penting yang harus diselesaikan pasangan petahana saat memimpin Provinsi Jatim di periode keduanya.

“Beliau sudah pernah memimpin Jatim lima tahun lalu, sekarang akan kembali memimpin Jatim lima tahun ke depan. Jadi tidak ada transisi kepemimpinan, sehingga Khofifah-Emil dapat langsung bekerja setelah dilantik nanti. Saya rasa beliau sudah tahu apa yang harus dikerjakan ke depan,” kata Ibnu saat dikonfirmasi, Selasa (11/2/2025).

Menurut politikus muda PKB ini, passngan Khofifah-Emil masih menyisakan PR besar selama memimpin Jatim periode pertama 2019-2024. PR besar ini yang harus dituntaskannya di periode keduanya.

Diantara beberapa permasalahan di Jatim yang menjadi sorotan Ibnu adalsh kesenjangan sosial dan kemiskinan yang masih tinggi di Jatim.

Mengingat, meski persentase kemiskinan di Jatim sudah turun tinggal satu digit yakni 9,59 atau sebanyak 3,893 juta jiwa per September 2024 berdasarkan data BPS. Namun angka itu tertinggi bahkan melebihi Jawa Barat sehingga butuh perhatian khusus.

“Angka ini masih tertinggi di Indonesia bahkan mengalahkan Jabar. Padahal dari segi penduduknya, Jabar memiliki penduduk jauh yang lebih banyak dibandingkan Jatim,” jelas Ibnu.

Tidak hanya masalah kemiskinan, pemerataan ekonomi di Jatim masih terfokus pada beberapa daerah. Seperti putaran perekonomian terkesan hanya terjadi di Jatim bagian utara. Sehingga hal ini yang membuat jarak kesenjangan sosial makin tinggi.

“Bu Khofifah dan Mas Emil harus memikirkan betul agar ada pemerataan perekonomian. Apalagi Mas Emil yang mantan Bupati Trenggalek yang notabene masuk di wilayah Jatim bagian selatan. Beliau pasti paham betul akan perekonomian masyarakat di sana,” katanya.

“Jika hal demikian dibiarkan maka akan terus ada jarak kesenjangan sosial di Jatim,” tambah Ibnu.

Pertimbangan lain, misi dan visi Gubernur Jatim terpilih Khofifah membuat Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara tentu manfaat yang didapat Jatim harus bisa dinikmati seluruh warga Jatim.

“Jangan hanya jadi macan ompong, Jatim Gerbang Baru Nusantara harus mempunyai dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Jatim,” pungkas Ibnu. (pun)

You may also like

Leave a Comment