SURABAYA,SabdaNews.com- Kuliah beasiswa selalu memiliki ceritera berda dengan mahasiswa biasa. Desy Novitasari mahasiswa beasiswa perusahaan pelayaran nasional PT Meratus Line yang kini kuliah di STIAMAK Barunawati Surabaya menuturkan, awal kuliah dirinya biasa saja seperti mahasiswa yang lain, masuk rutin, tugas kuliah dikerjakan dan menjalin komunikasi dengan para dosen. “Saya baru sadar ketika ada seleksi IP mahasiswa 3,5 ke atas dan saya masuk nominasi.
Alhamdulillah saya dapat beasiswa Meratus,” ungkap Desy di kampusnya di jalan Perak Barat 173 Surabaya, Rabu (4/6/2025). Selanjutnya, apa yang berbeda dengan mahasiswa biasa ? Menurut Desy, tuntutan mahasiswa beasiswa harus bisa menjaga kedisiplinan masuk tepat waktu, aktif di kampus, tugas kuliah dikerjakan dengan sungguh-sungguh, di kelas aktif, selalu berkomunikasi dengan pihak kampus, khususnya petugas administrasi dan para dosen.

“Saya mengikuti ketentuan kampus, aktif kuliah dan menyelesaikan tugas dengan baik. Saya menjaga IP tetap unggul setiap semester,” kata Desy. Saat ini Desy sedang mempersiapkan penelitian untuk skripsi. Dia sangat kepingin bisa bikin skripsi tentang bisnis maritim. Mulai bisnis terminal operator, shipping line, stevedoring, forwarding, trucking, kepabeanan, maupun bisnis ekspedisi. “Pinginnya bikin skripsi sesuai dengan disiplin keilmuan bisnis pelabuhan dan logistik,” kata Desy.
Kepala Humas STIAMAK Barunawati Surabaya, Drs. Moh. Fail, M.Ag. mengatakan, Desy Novitasari termasuk mahasiswa aktif, fokus pada kuliah, disiplin dan baik dalam berkomunikasi dengan lingkungan kampus. “Dia termasuk mahasiswa yang aktif berkonsultasi kepada dosen baik terkait perkuliahan maupun kegiatan kampus. Etikanya baik, sopan,” kata Fail. Menurut Fail, mahasiswa beasiswa terpilih karena memiliki nilai akademik yang baik.
Disiplin kuliah, mengerjakan tugas kuliah dengan baik, menjaga hubungan baik dengan lingkungan kampus dan tentu saja IP-nya bagus. “Mahasiswa disiplin biasanya etika dan nilai akademiknya bagus,” ujar Fail ( Fa/Red)
