Pemkab Gresik Mengandalkan Parkir PAD Paling Tinggi di Gresik

Sabdanews.com – Wakil Ketua DPRD Syafi’ AM yang rencana akan berangkat Ke Makassar (25-26 dan 27 Februari 2019 mendatang, merupakan Stady banding ke Makkassar untuk menimba data-data perparkiran di Tepi Jalan raya, karena Makassar ini dianggap berhasil mengelola Perparkiran dengan dana PAD yang luar biasa. Karena nantinya Pengelolaan Parkir di Gresik yang diandalkan oleh Pemkab Gresik paling tinggi PAD nya, kata Wakil Ketua DPRD dari F PKB DPRD Gresik. Menurut mantan Wartawan ini, DPRD Gresik, Jawa Timur akan belajar dan melakukan studi banding ke Kota Makassar. Disana legislatif akan belajar tata kelola parkir tepi jalan umum. Dengan studi banding inilah akan mendapat beberapa ilmu tentang pengelolaan Parkir. Karena di Makssar sudah berjalan bagus cara pengelola Parkir di sana dengan cara profesional. Dewan juga mengajak Dinas Perhubungan dalam studi banding itu. Salah satu alasan utama studi banding adalah DPRD akan mempelajari soal Perda pengelolaan parkir yang ada di Kota Anging Mammiri. Di Ibu Kota Sulawesi Selatan itu pengelolaan parkir sudah dilakukan secara modern dan profesional bahkan beberapa tahun sudah menjadi badan usaha milik daerah (BUMD) sehingga secara signifikan menambah pendapatan. Wakil Ketua DPRD Gresik, Syafi’ AM mengatakan, “sudah saatnya parkir tepi jalan umum di Kota Pudak bisa menjadi pilihan untuk menambah retribusi. Sehingga dengan sendirinya akan banyak diambil dari hasil studi banding ini,” kata mantan Wartawan Duta ini. Sebab dikatakan dia, Kota Gresik sangat berpotensi dijadikan titik parkir tepi jalan umum yang berbayar. Selain banyak pusat keramaian, di Kota Pudak juga banyak tempat kuliner. Insya Allah parkir tepi jalan Umum akan menambah PAD di Kota santri. Dengan sendirinya kita harus memfaatkan tempat-tempat pinggir di jalan untuk menambah restribusi. “Gresik sangat berpotensi, banyak pusat keramaian di Kota Gresik. Beberapa tahun retribusi parkir selalu jeblok. Hal ini disebabkan tata kelola parkir di Gresik maksimal,” kata, Syafik Senin (4/1/2019) siang. Syafi’ menambahkan, langkah studi banding ke Makassar juga sejalan dengan Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan yang akan digodok oleh Komisi II pada tahun 2019. Dan nantinya, dalam Ranperda yang nanti, dewan ingin berkontribusi dalam menambah pendapatan daerah dari parkir tepi jalan umum. “Di Makassar sana kita lihat. Pengelolaan perkir tepi jalan umum sangat bagus dan rapi dan inilah perlu kita menimba ilmu ke sana. Bahkan sudah jadi salah badan usaha milik daerah yang berkontribusi dalam pendapatan daerah,” ucapnya. Senada dengan Syafi’, Wakil Ketua DPRD Nur Qolib mengaku studi banding yang akan dilakukan bekerjasama dengan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) itu akan menambah hasil baik. Insya Allah saya optimis, setelah studi banding pengelolaan parkir di Kota Giri akan lebih baik dan mendatangkan pendapatan untuk daerah. “Saya yakin nanti setelah studi banding akan menelurkan peraturan daerah agar parkir di Gresik bisa dikelola lebih baik dan kelak akan mendapatkan pengelolaan parkir tepi jalan umum lebih baik, dan diharapkan pengelolaan parkir yang baik juga,” ucap dia menambahkan (adv/Tim/lim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *