GRESIK, SabdaNews.com – Pernah bayangkan nasehat pernikahan di KUA atau materi penyuluhan turut mengulas tips praktis menjaga lingkungan? Inilah terobosan yang sedang disiapkan BDK Surabaya melalui Bimtek Ekoteologi di Kankemenag Gresik pada 10 hingga 11 Maret 2026. Langkah ini menjadi upaya strategis untuk menjadikan isu lingkungan sebagai napas baru dalam penyuluhan, sekaligus menegaskan bahwa menjaga kelestarian bumi adalah bagian dari ibadah. Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Kankemenag Kota Gresik, Muhammad Ali Faiq, M.H.I. Beliau menekankan bahwa isu lingkungan bukan sekadar urusan teknis, melainkan tanggung jawab iman. “Agama dan alam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kami berharap para peserta menjadi motor penggerak untuk mengedukasi umat bahwa merawat bumi adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta,” ujarnya di hadapan 30 peserta yang terdiri dari Penyuluh Agama dan Penghulu.
- Energi Baru dari Kepala BDK Surabaya
Suasana makin dinamis saat Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si., hadir memberikan arahan strategis. Beliau menegaskan bahwa dalam koridor 8 Asta Protas, ASN Kemenag harus bergerak cepat merespons tantangan krisis iklim. Menurutnya, Penghulu dan Penyuluh adalah sosok kunci yang mampu menyentuh hati masyarakat melalui pendekatan religi agar lebih peduli pada alam.
- Amunisi Materi dari Narasumber
Tak sekadar teori, materi pun dikupas tuntas oleh narasumber ahli BDK Surabaya, Sholehuddin. Di sesi ini, peserta diajak memahami bahwa setiap tetes air yang dihemat dan setiap pohon yang ditanam adalah investasi akhirat. Nilai spiritual inilah yang akan menjadi bekal utama bagi para ASN saat terjun langsung memberikan pelayanan di tengah masyarakat.
- Visi Dakwah yang Menghijau
Targetnya jelas: Penghulu dan Penyuluh diharapkan menjadi teladan nyata. Ke depan, pesan pelestarian alam akan disampaikan lebih efektif, mulai dari bimbingan calon pengantin tentang keluarga ramah lingkungan, hingga materi penyuluhan yang lebih peduli pada ekosistem sekitar.
Melalui Bimtek ini, BDK Surabaya memastikan bahwa menjaga semesta bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menyatu dalam pelayanan ASN. Siap-siap, Gresik akan terasa lebih asri dengan aksi nyata para pejuang ekoteologi ini! (Red)
