SabdaNews.com – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 01, Lukmanul Khakim, mengangkat isu keberanian pemuda dalam melangkah ke jenjang pernikahan yang sering terkendala oleh masalah stabilitas ekonomi. Pernyataan ini disampaikannya dalam kegiatan Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu di Kota Malang, Selasa (5/11/2024).
Dalam kegiatan tersebut, Lukmanul menyampaikan bahwa banyak pemuda saat ini tidak ragu untuk berhubungan atau mencari pasangan, tetapi merasa terhambat ketika memikirkan kesiapan ekonomi dalam pernikahan. Menurutnya, kondisi ini tidak jarang menghalangi niat mereka untuk menikah, meskipun sudah memiliki pasangan.
“Ini saya lihat jago-jago semua cari pacar,” ungkap Lukmanul, membuka pembicaraan dengan nada yang ringan.
Ia menambahkan, masalah utama yang dihadapi banyak pemuda dalam menjalani pernikahan adalah ketidakpastian pekerjaan dan pendapatan yang stabil. Lukmanul menyebut banyak anak muda merasa ragu untuk menikah karena masih belum memiliki pekerjaan tetap atau penghasilan yang layak untuk menafkahi keluarga.
“Banyak anak muda ga berani menjalani proses pernikahan karena belum memiliki pekerjaan yang tetap, belum memiliki pendapatan yang layak,” ujarnya, menggarisbawahi betapa pentingnya aspek stabilitas ekonomi bagi pemuda.
Lukmanul menekankan komitmennya untuk memberikan jaminan pekerjaan bagi mahasiswa dan fresh graduate yang membutuhkan. Ia mengatakan, ada upaya untuk membuka akses lapangan pekerjaan di berbagai sektor, baik industri, pemerintahan, maupun sektor formal lainnya, untuk menjawab kebutuhan generasi muda akan stabilitas ekonomi.
“Kami ingin hadirkan kepastian pekerjaan bagi mahasiswa dan fresh graduate,” lanjut Lukmanul.
Dalam sektor industri dan pemerintahan, pihaknya berencana memberikan informasi dan pola-pola tertentu agar pemuda dapat dengan lebih mudah mengakses lapangan pekerjaan. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi hambatan ekonomi yang menjadi salah satu alasan anak muda ragu untuk menikah.
“Yang membutuhkan pekerjaan di sektor industri, pemerintahan, atau di sektor-sektor formal, kita siapkan informasi dan polanya,” tambahnya.
Selain itu, Lukmanul juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian khusus bagi pemuda yang ingin berwirausaha. Ia mengatakan bahwa dukungan dalam bentuk bantuan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan disiapkan untuk membantu pemuda yang ingin berkiprah di sektor bisnis.
“Yang sektor bisnis kita juga siapkan bantuan UMKM tadi,” jelas Lukmanul menutup penjelasannya.
Dengan berbagai program tersebut, Lukmanul berharap para pemuda tidak lagi merasa terhalang oleh masalah ekonomi untuk melangkah ke jenjang pernikahan dan berkeluarga. (tis)
