Home PEREKONOMIANJelang Hari Raya Kurban, Pedagang Sapi Segar Jatim Kesulitan Cari Sapi Bakalan 

Jelang Hari Raya Kurban, Pedagang Sapi Segar Jatim Kesulitan Cari Sapi Bakalan 

Kenaikan Harga Sapi Bakalan Tembus Rp.4 Juta Perekor

by sabda news

SabdaNews.com – Perayaan hari Raya Idul Adha 2025 M/1446 H, atau hari raya kurban yang jatuh pada hari Jumat 10 Dzulhijjah 1446 H mendatang, membuat harga sapi naik hingga mencapai Rp4.000.000,- perekor di pasaran. Akibatnya, sejumlah pedagang daging segar mengeluh karena kesulitan mendapatkan sapi bakalan untuk dipotong.

Salah satu pedagang sapi kurban di Surabaya Fathur Rozi mengatakan bahwa kenaikan harga sapi kurban tahun ini diluar kebiasaan, padahal biasanya kenaikan harga sapi kurban hanya Rp3.000.000,- tapi tahun ini kenaikannya mencapai Rp4.000,000,- dan sapi tidak ada pilihannya.

“Kenaikan harga sapi kurban, disebabkan oleh banyaknya permintaan umat Islam yang mau berkurban, sementara stok sapi siap potong di pasar hewan sangat sedikit,” ujar pedagang yang 20 tahun jadi pedagang sapi kurban, Senin (2/6/2025).

Selain sebagai pedagang sapi kurban, Fathur juga sebagai pedagang daging segar di Surabaya barat. Ia merasa sangat prihatin dengan kondisi stok sapi siap potong. Apalagi setelah idul Adha karena sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan daging segar.

“Alhamdulillah sementara waktu untuk memenuhi kebutuhan permintaan daging segar sehari-hari saya mendatangkan sapi dari luar Jawa Timur, ini diluar kebiasaan, biasanya orang Jawa Barat yang beli sapi di Jawa Timur seperti Bangkalan, Madura, Probolinggo dan Malang”, ungkapnya.

Sementara itu, menurut ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur (PPSDS-Jatim) Muthowif menatakan kondisi stok sapi siap potong atau sapi qurban di Jawa Timur sangat minim, dan permintaan masih sangat tinggi, sehingga mengalami kenaikan yang signifikan (hukum ekonomi yang berlaku).

Lebih lanjut, Muthowif menjelaskan bahwa harga sapi kurban tahun ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya, karena  kenaikannya tembus Rp4.000.000,- perekor. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan kondisi sapi di Jatim seperti saat anggota PPSDS mengambil sapi dari luar Jatim yaitu  dari Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“Temen-temen jagal atau pedagang daging segar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari permintaan konsumen, terpaksa mengambil daging atau sapi dari luar Jatim. Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena selama ini Jatim dikennal sebagai lumbung sapi,” pungkasnya. (pun)

You may also like

Leave a Comment