Investor Inggris Tertarik Bangun Pusat Pengelolahan Limbah B3 Bersama Pemprov Jatim

SabdaNews.com – Rencana pemerintah provinsi Jatim membuat Pusat Pengelolahan Limbah Terpadu khusunya limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) di Dawar Blandong Mojokerto nampaknya dilirik pengusaha dari negara Inggris. Bahkan mereka siap berinvestasi dan kerjasama dengan Pemprov Jatim untuk pembangunan pabrik pengelolahan limbah B3 tersebut.

Ketertarikan itu disampaikan langsung oleh Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik saat mengunjungi Gubernur Jatim khofifah Indar Parawansa di gedung negara Grahadi Rabu (13/3) lalu. Dalam pertemuan itu, selain membahas kerjasama di bidang pendidikan, Dubes Inggris juga menyatakan adanya ketertarikan sejumlah investor di Inggris untuk ikut mengelola Pusat Pengelolahn Limbah B3 di Jatim.

“Ini pertemuan resmi pertama dengan Bu Khofifah, saya ucapkan selamat. Saya sudah diberitahu program 99 hari kerja, saya kira prospek untuk Jatim ke depan sangat bagus,” ujar Moazzam Malik usai pertemuan di Gedung Negara Grahadi.

Menurutnya, proyek pengelolaan limbah B3 di Jatim sudah bersifat mendesak yang harus segera dibangun. Karena itu ada ketertarikan salah satu Investor Inggris untuk ikut serta dalam pengelolahan limbah B3 di sini. “Kebetulan ada perusahaan Inggris yang mampu dalam industri itu dan punya keuangan untuk investasi dengan Pemprov Jawa Timur,” ungkap Malik.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sendiri menyambut baik rencana Pemerintah Inggris yang ingin investasi di sektor pengelolaan limbah B3 tersebut.”Sekarang sedang berjalan Pemerintah Inggris menyiapkan investasi di Mojokerto. Sisi keuangan sudah siap dan local content-nya (kandungan lokalnya) bisa sampai 80 persen,” jelas Khofifah.

Keterlibatan komponen lokal, seperti lembaga dan tenaga kerja cukup bagus bagi perkonomian di Jawa Timur. Selama ini, investasi pada industri di tanah air jarang yang melibatkan konten lokal mencapai 80 persen.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jawa Timur Aries Mukiyono ketika dikonfirmasi, Kamis (14/3/19) membenarkan ketertarikan salah satu investor Inggris untuk menanamkan investasinya di Pusat pengelolahan Limbah Terpadu, yang akan dibangun di Dawar Blandong, Mojokerto.

“Dana yang kita inginkan sebesar 500 miliar tersebut juga siap dikucurkan oleh investor dari negara Inggris untuk pembangunan Pusat pengelolahan Limbah Terpadu B3 tersebut,” ujar Aries.

Bagi mantan Kepala Biro Perekonomian itu, masuknya investor Inggris ini merupakan angin segar bagi kelangsung rencana pemeritah propinsi tersebut untuk pembangunan Pabrik pengelolahhan limbah B3 tersebut. Karena nilaI investasi dengan jumlah tersebut cukup besar dan membebani jika dibebankan APBD Jatim sepenuhnya.

“Nanti saya mau ketemu PT JGU (BUMD Jatim) yang akan menjalankan pabrik pengolahan limbah B3). Seperti apa bentuk investasi yang dibutuhkan, bakal dibicarakan kemudian,” ungkapnya.

Ditambahkan Aris, Pusat pengelolahan Limbah Terpadu Limbah B3 di Dawar Blandong, Mojokerto dibangun di lahan seluas 50 hektar. Tahap awal 5 hektar saat ini sedang digarap. Butuh suntikan modal lagi untuk menyelesaikan proyek tersebut.

“Usulan Dubes Inggris transfer teknologi dan ahlinya dari mereka. Saya sekarang ditugasi melakukan penetrasi lebih dalam untuk menyelesaikan. Seminggu lah melakukan pembicaraan dengan PT JGU,” pungkasnya. (pun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *