Home PEMERINTAHANGubernur Khofifah Jadi Keynote Speaker di Sarasehan PASIS Seskoau, Paparkan Pentingnya Integrasi Kekuatan Matra Jaga Ketahanan Nasional Dan Ketahanan Pangan

Gubernur Khofifah Jadi Keynote Speaker di Sarasehan PASIS Seskoau, Paparkan Pentingnya Integrasi Kekuatan Matra Jaga Ketahanan Nasional Dan Ketahanan Pangan

by sabda news

SabdaNews.com  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi keynote speaker pada Sarasehan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-64 Tahun Pelajaran 2026 di Grand City Convex, Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Sarasehan bertema “Semangat Kejuangan Para Pahlawan Menjadi Sumber Inspirasi bagi TNI AU dalam Menghadapi Tuntutan dan Kompleksitas Era Perang Modern” ini turut dihadiri Wakil Komandan Seskoau Irwan Pramuda, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim.

Diketahui, sarasehan ini diselenggarakan oleh Markas Besar TNI AU Sekolah Staf dan Komando. Kemudian diikuti oleh 100 perwira siswa terdiri dari 79 Pasis pria TNI AU, 5 orang Pasis wanita TNI AU, 7 orang Pasis dari Mancanegara, 2 orang Angkatan Darat, 4 orang Angkatan Laut, 3 orang dari Kepolisian.

Dalam paparannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya integrasi kekuatan seluruh matra TNI dan kepolisian dalam menjaga stabilitas nasional, tidak hanya pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga pada sektor strategis seperti ketahanan pangan.

“Forum seperti ini sangat strategis karena di dalamnya ada integrasi Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Kepolisian bahkan peserta dari luar negeri. Sinergi, kolaborasi pengintegrasian dari seluruh kekuatan matra menjadi kunci menjaga Indonesia lahir dan batin,” ujar Khofifah.

Menurutnya, peran TNI kini semakin luas, termasuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui berbagai program produktif di lapangan. Dia mencontohkan keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pertanian dan komoditas pangan. Hal tersebut yang ikut berkontribusi menjadikan Jawa Timur sebagai center of gravity dan masuk ke kedaulatan pangan.

“Sekarang ini TNI membantu banyak hal bidang ketahanan pangan. Misalnya padi itu Angkatan Darat, kalau jagung itu Kepolisian, Angkatan Laut dan Udara banyak di kedelai misalnya,” lanjutnya.

“Pada posisi seperti ini bagaimana sesungguhnya proses pengintegrasian dari seluruh suksesnya program. Karena ketahanan pangan bukan persoalan sederhana tapi persoalan global,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan Gubernur Khofifah, saat ini Jatim menegaskan posisinya sebagai center of gravity sekaligus Gerbang Baru Nusantara. Peran strategis tersebut, tambahnya, ditopang oleh keberadaan 7 bandara komersial, 37 pelabuhan besar, dan 50 pelabuhan rakyat. Selain itu, Pelabuhan Tanjung Perak juga melayani 21 dari 39 rute Tol Laut, sehingga hampir 80 persen pasokan logistik Indonesia Timur disuplai dari Jatm.

“Alhamdulillah Jatim ini sudah bukan ketahanan pangan tapi sudah masuk ke kedaulatan pangan. Sektor pangan mulai padi, jagung, sapi potong, sapi perah, ternak ayam, kita cari telur juga tertinggi Jatim. Maka, Jatim tidak boleh batuk, kalau batuk maka dropletnya bisa sampai ibukota. Suasana damai, aman, nyaman harus terjaga, hal ini penting supaya investor tertarik masuk,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi untuk maju, tumbuh dan sejahtera bersama. Menurut Khofifah, ini adalah hal yang bisa diinisasi bersama, bagaimana pentingnya kebersamaan, sinergi dan proses supaya bisa saling terintegrasi bagi seluruh elemen bangsa.

“Kami menyampaikan terima kasih karena Sesko AU Angkatan 64 menjadi salah satu area yang menjadi bagian untuk bisa menguatkan nilai-nilai juang kepahlawanan ini adalah Jawa Timur terutama di Surabaya,” katanya.

“Ini bukan hanya sumber inspirasi, tapi juga bagaimana aksi itu akan menjadi penguat dari seluruh sinergi yang mudah mudahan terbangun dengan baik. Mudah mudahan para peserta calon PATI menjadi pemimpin strategis disemua matra,” terangnya.

Selanjutnya, Gubernur Khofifah memaparkan bagaimana 32 Pahlawan Nasional lahir dan berasal dari Jawa Timur. Peningkatan kualitas manusia ini tidak terlepas dari kuatnya nilai-nilai kejuangan dan keteladanan para pahlawan bangsa asal Jawa Timur.

“Kenapa banyak sekali pahlawan di Jatim, karena semangat juang itu lahir dan tumbuh disini, pertarungan itu disini, pergerakan disini, pengamanan itu juga disini. Itu yang menjadikan Pahlawan banyak dari Jatim,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Komandan Sesko AU Irwan Pramuda menyampaikan Sarasehan PASIS Seskoau Angkatan 64 ini bukan sekedar agenda seremonial, tapi bagaimana memperdalam makna perjuangan pahlawan perjuangan dan sumber insipirasi menghadapi tantangan masa kini dan masa depan.

“Hari ini kami membawa 100 perwira siswa untuk melaksanakan sarasehan kepemimpinan kejuangan di wilayah Surabaya, kami bangga dan berbahagia Ibu Gubernur berkenan memberikan pembekalan semangat bagi para siswa untuk menambah nilai rasa kejuangan bekal menjadi pemimpin masa depan,” kata Irwan.

“Transformasi nilai kejuangan jadi nilai historis jati diri bangsa, semangat prajurit dan doktrin sistem pendidikan yang menjadi suatu kebutuhan. Ini dimaknai dengan mewujudkan TNI AU yang tangguh dan berdaya juang,” pungkasnya. (pun)

You may also like

Leave a Comment