Home KESRADetik-detik Jelang Ramadan, Pesantren Refah Islami Kembali Cetak 2 Santri Jadi Hafidh ke 77 dan 78

Detik-detik Jelang Ramadan, Pesantren Refah Islami Kembali Cetak 2 Santri Jadi Hafidh ke 77 dan 78

by Redaksi

GRESIK, SabdaNews.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Pondok Pesantren Refah Islami dalam acara setor khatam 30 Juz yang diikuti oleh dua santri kelas XII MA Refah Islami asal Gresik, Ananda Tsabit Maknun (Hafidh ke 77) dan Taris Azhar Amrullah (Hafidh 78), Rabu (19/2/2025). Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi keduanya dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an di hadapan para Asatidzah, Orang Tua dan santri lainnya.

Setoran khatam ini merupakan bagian dari perjalanan panjang keduanya dalam menghafal Al-Qur’an dengan bimbingan para Asatidzah dan doa dari orang tua. Dalam kesempatan ini, para wali santri (Ust. Kusno Hadi dan ibu Heny La Raiba wali santri ananda Tsabit Maknun dan Bapak H. Alamin dan Ibu Hj. Ma’rufah Wali Santri Ananda Taris Azhar Amrullah) turut hadir beserta keluarganya dan menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada para Asatidzah yang telah membimbing anak-anak mereka hingga mencapai capaian luar biasa ini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para ustadz yang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membimbing anak-anak kami hingga mereka dapat mengkhatamkan hafalan 30 juz,” ungkap salah satu wali santri.

Acara ini semakin bermakna dengan tausyiah yang disampaikan oleh KH. Farid Dhafir. Dalam tausyiahnya, beliau menjelaskan lima tingkatan seorang hafidh Al-Qur’an, yaitu:  1. Syafaat   Hafidh yang akan mendapatkan syafaat Al Qur’an dengan dihapusnya dosa2.   2. Rif’ah  Setelah masuk surga karena mendapatkan syafaat, kemudian level surganya tinggi senagaimana hafalan yang dilantunkan.

3. Sukhbah  Mempunyai teman di surga yaitu para malaikat.  4. Khoiriyyah   Hafidz Qur’an merupakan manusia terbaik   5. Ahliyyah  Hafidh Al Qur’an diakui sebagai keluarga Allah SWT dan menjadi manusia spesial di sisi-Nya. KH. Farid Dhafir, Lc., M. Si. menekankan bahwa menjadi seorang hafidh bukan sekadar menyelesaikan hafalan, tetapi juga harus menjaganya.

Acara ini ditutup dengan doa khotmil Qur’an, harapan agar para santri yang telah menyelesaikan hafalan mereka senantiasa diberi keistiqamahan dalam menjaga Al-Qur’an. Ponpes Refah Islami terus berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal, tetapi juga menjaganya. (Ustadz Athif/Telisik Hat/Redi)

You may also like

Leave a Comment