Home KESRABelajar kelola sampah, Murid SD Almadany kunjungi TPA Ngipik Gresik

Belajar kelola sampah, Murid SD Almadany kunjungi TPA Ngipik Gresik

by sabda news

GRESIK, SabdaNews.com- Seratus empat siswa kelas V dan VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik belajar mengolah sampah dalam Outing Class Selasa (10/2/2026).  Kegiatan itu dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir Ngipik Gresik. Murid SD Alam pertama di Gresik ini diterima langsung oleh Kepala UPT TPA Ngipik Purwaningtyas Noor,ST.,M.M.

Pria yang biasa dipanggil pak wawan ini menyampaikan terimakasih atas kunjungan ini dan berpesan kepada anak-anak sobat lingkungan SD Almadany.  “Anak-anak sobat lingkungan, Mulai dari rumah, dari sekolah, yuk biasakan memilah sampah organik dan anorganik! Dengan langkah kecil ini, kita sudah berkontribusi besar dalam pengelolaan sampah yang lebih baik” Ujarnya.

Staf UPT TPA Ngipik Baihaqi kemudian mengajak murid SD Almadany berkeliling melihat proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos untuk mengurangi volume sampah secara signifikan.  Proses ini, jelasnya, diawali dari sampah yang dikumpulkan di TPA ini, nampak petugas memilah sampah organik (sisa makanan, dedaunan) dan anorganik (plastik, logam) untuk mempermudah proses pengolahan.

Murid SD Almadany kemudian diajak mengunjungi rumah kompos untuk melihat proses pembuatan kompos dari daun pohon. Kompos ini bermanfaat menyuburkan tanah dan memperkuat akar tanaman, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik dari rumah guna mendukung lingkungan yang lebih baik.

Di TPA yang berada di Jl. Prof. Dr. Moh. Yamin No.sh 1, Jarangkuwung, Roomo, Kec. Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61151 ini disampaikan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di tengah Kota Gresik menampung sekitar 200 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 persen masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), sedangkan sampah daun akan diproses melalui pengomposan. Sisanya, dibuang ke area landfill menggunakan metode controlled landfill.

Dijelaskan juga bahwa metode controlled landfill dilakukan dengan penataan, pemadatan, dan layering sampah menggunakan tanah urug guna mengendalikan emisi gas metana.  “Kalau sampah hanya ditimbun begitu saja, gas metana akan keluar dan bisa merusak lapisan ozon. Karena itu, kami kendalikan melalui metode ini,” terangnya,

Lebih lanjut, staf TPA ini menyebutkan bahwa pengelolaan sampah di TPA Ngipik sudah mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yakni menggunakan dua metode utama: sanitary landfill dan controlled landfill. Di Gresik sendiri, metode yang diterapkan adalah controlled landfill.

Disampaikan pula TPA Ngipik ini baru membeli mesin maining landfil yang pada (22/2/2026) akan diresmikan Bupati Gresik Gus Yani.  Air lindi dari timbunan sampah juga tidak dibuang sembarangan. DLH mengolahnya melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kemudian dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman dan mempercepat proses pengomposan.

Acara outing class di TPA Ngipik ini ditutup dengan pemberian tanaman hias dan pupuk kompos kepada sekolah yang dibawakan setiap siswa yang hadir.   Acara outing class kemudian berlanjut keliling ke spot-spot gedung / pabrik terkenal di Gresik kota seperti Gedung Utama PT Petrokimia Gresik, Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro, Gedung Nasional Indonesia, Makam Maulana Malik Ibrahim, Kampung Kemasan, Pelabuhan Gresik, Kantor PLTU Gresik hingga Gedung utama PT Semen Gresik.  ( Kontributor Mahfudz Efendi/Red)

You may also like

Leave a Comment